BPS Sebut Adanya Peningkatan harga pangan tingkat global

KBRN, Sendawar: Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui adanya peningkatan harga pangan tingkat global, seiring dengan ketidakpastian yang masih menyelimuti dunia akibat perang antara Rusia dan Ukraina.

Dilansir dari Kontan.co.id, “Peningkatan harga pangan didorong oleh kebijakan restriksi ekspor pangan di beberapa negara yang berlaku di sepanjang Juni 2022,”kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam paparan terkait inflasi Juni 2022, Jumat (1/7/2022).

Margo memerinci, pangan yang dilarang ekspor antara lain gandum oleh negara Rusia, India, Serbia, Mesir, Afghanistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Kosovo. Kemudian ekspor gula dilarang di Rusia, India, Pakistan, Algeria, Lebanon, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Kosovo.

“Ada juga negara yang melarang ekspor daging sapi, seperti Argentina, Turki, dan Kyrgyzstan. Sedangkan ekspor komoditas kedelai dan turunannya dilarang oleh negara Argentina dan Ghana,”lanjutnya

Sementara itu, berkaitan dengan pangan, sejumlah negara seperti Rusia, China, Ukraina, Vietnam, dan Kyrgyzstan juga melarang ekspor pupuk pada periode tersebut.

Dengan kondisi ini, terang Margo, harga gandum pada Mei 2022 terpantau meningkat 5,45% month on month (mom) atau secara tahunan naik 75,71% year on year (yoy).

Kedelai naik 0,46% mom dan secara tahunan naik 11,95% yoy. Sedangkan gula secara bulanan terkontraksi 1,07% mom, tetapi secara tahunan naik 12,69% yoy. Pun daging sapi terpantau turun 0,77% mom, tetapi secara tahunan naik 10,90% yoy.

“Kenaikan harga komoditas pangan di tingkat global ini belum memiliki dampak signifikan terhadap inflasi dalam negeri, meski kita banyak mengimpor gandum, gula, dan kedelai,” terang Margo

Namun demikian, ia tak menampik sudah terlihat peningkatan harga produk turunan gandum, gula, dan kedelai, seperti tepung terigu, gula pasir, dan tempe. Hanya saja, peningkatan maupun andilnya terhadap inflasi umum tergolong rendah.

“Meski belum ada dampak signifikan terkait peningkatan harga komoditas global, Indonesia tetap harus waspada. Pasalnya, inflasi pangan nampak memberi kontribusi tinggi terhadap inflasi umum,”Sambungnya.

Selain karena faktor global, ada juga faktor yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia seperti faktor cuaca.

 “Karena kalau dilihat saat cuaca mengalami anomali, ada peningkatan inflasi. Ini perlu waspada,”tandas Margo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar