PT Bankaltimtara Harus Siapkan Investor Untuk Lakukan Spin Off

KBRN, Samarinda : PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) berencana mengalokasikan modal senilai Rp 950 miliar untuk Unit Usaha Syariah (UUS) sebagai langkah spin-off atau pemisahan unit usaha syariah sesuai amanat UU No.21/2008 tentang Perbankan Syariah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Made Yoga Sudharma mengatakan langkah spin off yang dilakukan Bankaltimtara ini sebenarnya sudah mulai sejak 2018 lalu, karena seluruh UUS wajib berdiri sendiri 15 tahun setelah Undang-Undang 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah diterbitkan.

“Sekarang ini Bankaltimtara harus menggaet stretegi potensional Investor, mengingat perpisahan UUS harus memiliki 2 pemegang saham,” kata Made.

Sebelumnya Made sempat menyebutkan OJK telah mengusulkan agar spin-off unit usaha syariah tidak lagi menjadi kewajiban, tetapi bersifat sukarela. Usulan itu masuk Rancangan Undang- Undang (RUU) Omnibus Law Sektor Keuangan. Dirinya menjelaskan spin-off membutuhkan permodalan dari induknya untuk menyediakan modal anak usahanya. Hal tersebut tidak mudah bagi beberapa bank termasuk bank pembangunan daerah (BPD).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar