FOKUS: #PPKM

Tidak Hanya Fokus pada usaha, Para Pelaku UMKM di Kubar juga Mengutamakan Kebersihan Lingkungan

KBRN, Sendawar: Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) yang tergabung dalam kelompok UMKM Leo Sendawar di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mulai aktif kembali setelah sebelumnya vakum atau tidak ada aktivitas selama pandemi Covid-19 kurang lebih dua tahun terakhir.

Mereka adalah pelaku usaha kuliner hingga penyedia jasa mainan anak diantaranya, kereta api odong-odong, sepeda dan mobil-mobilan yang beraktivitas di area Alun-Alun Itho Sendawar, Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah sejak awal tahun 2022 ini.

“Jadi kami melakukan kegiatann kami di alun-alun ini setiap akhir pekan atau hari Sabtu dan Minggu. Itu mulai Pukul 15.00-17.00 wita,”kata Leo, Ketua Kelompok UMKM Leo Sendawar kepada RRI, Senin (27/6/2022).

Ia megaku, sejak mulai beroperasinya kegiatan UMKM Leo Sendawar di Alun-Alun Itho, sampai saat ini masyarakat cukup antusias datang setiap akhir pekan. Baik datang membawa anak-anak mereka bermain di wahana bermain yang tersedia maupun membeli makanan ringan hingga pakaian di lokasi tersebut.

“Jumlah kunjungan mulai ada peningkatan, tapi walaupun saat ini kasus covid-19 sudah menurun, kita tetap mengaja protokol kesehatan. Kita sediakan gentong tempat cuci tangan, para pedagagang juga wajib pakai masker, ada hand sanitizser mereka juga, termasuk di odong-odong saya ini saya selalu gantung hand sanitizer, jadi setiap selesai bermain wajib semprot,”ungkapnya

Ketua Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Leo Sendawar, Leo

Leo menegaskan, meski sudah mengantongi izin dari Pemerintah dan wajib membayar retribusi sesuai ketentuan yang berlaku. Namun kelompok UMKM binaannya tetap memiliki rasa tanggung jawab menjaga kebersihan di lingkungan sekitar tempat mereka berusaha.

“Jadi setelah tutup, kami bersihkan semua sampah yang berserakan, kumpul jadi satu kemudian masukkan kedalam mobil pick up saya sendiri. Karena kalau kita tumpuk disini, anjing nanti yang hambur. Makanya biar pekerjaan kita lebih cepat, selain mobil saya tadi, kita juga sewa lagi mobil pick up orang lain, itu Rp100.000 satu kali angkut, jadi kalau kita bukanya sabtu dan minggu kita bayarnya Rp200.000 dengan cara gotong royong sesama pelaku usaha,”tegasnya

Menurut Leo, bukan hanya pengasilan yang harus dipikirkan dalam menjalankan usaha tersebut, namun bagaimana mengajak pelaku usaha yang tergabung dalam kelompok UMKM nya bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi pengunjung.

“Kalau tempat usaha kita bersihkan, orang juga pasti nyaman datang berkunjung. Jadi mereka tidak hanya dapat hiburan atau permaian maupun makanan, tapi rasa nyaman juga bisa mereka dapatkan,”pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar