Pasca covid landai, ekspor kepiting bakau 5 Ton Balikpapan Tembus ke Pasar Tiongkok

Simbolis ekspor langsung ini kepiting ke Negeri Tirai Bambu (dok Plt Sekda Riza Indra Riyadi).

KBRN,Balikpapan : Direct Call ekspor 5 ton kepiting bakau yang diproduksi CV Tiga A asal Kota Balikpapan ke Shenzhen, China  Pasca berangsurnya pandemi Covid-19, roda perekonomian mulai menggeliat lagi. Salah satunya  kegiatan ekspor sudah bergairah kembali.

Sebanyak 5 ton kepiting bakau yang diproduksi CV Tiga A asal Kota Balikpapan dieskpor langsung ke Shenzhen, China.

Kepiting senilai Rp 1 miliar tersebut dikirim melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Minggu (22/5/2022) lalu.

Riza Indra Riadi selaku Plt Sekdaprov Kaltim menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan eskpor dari dalam daerah untuk bisa menembus pasar internasional.

“Atas nama Pemerintah Kaltim, kami ucapkan selamat atas keberhasilan direct call ekspor langsung kepiting bakau ke Shenzhen. Semoga semakin banyak pelaku usaha di sektor perikanan dan kelautan mampu mengikuti jalur ekspor langsung ini,” ujar Riza via whatsapss. Kamis, (25/5/2022).

Mengenai ekspor langsung Dari Kaltim, Riza menerangkan bahwa kemampuan berbagai pihak mengidentifikasi peluang guna lebih meningkatkan produksi perusahaan di sektor kelautan dan perikanan dapat menambah nilai ekonomi lokal.

Menurut Riza, hal tersbebut juga dapat meningkatkan investasi dan perekonomian nasional.

“Sekaligus memberikan informasi yang akurat tentang perkembangan dan peluang investasi sektor kelautankelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan,” jelas Riza.

Adapun setelah dilakukannya ekspor ini, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menjelaskan Kalimantan Timur merupakan salah satu pengekspor hasil laut terbesar kedua di Indonesia.

“Potensi besar ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku ekonomi,” kata Rahmad.

Pada 2 tahun lalu, Kaltim menghasilkan 3.783 ton kepiting senilai Rp 142,2 miliar. Tentu apabila bisa dimaksimalkan upaya ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

Selain sumber devisa dari konsumsi dalam negeri dan ekspor, perikanan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Di sisi lain, pengenalan ekspor direct call diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk lebih gencar melakukan ekspor,” pungkas Riza. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar