Banyak Faktor Menyebabkan SiLPA

KBRN,samarinda - Gubernur Kaltim menegaskan adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang dialami Pemprov Kaltim karena berbagai faktor, seperti pandemi Covid-19 yang masih terjadi sekarang ini, tentu membuat seluruh daerah di tanah air juga mengalami hal sama karena adanya refocusing anggaran.“Bukan hanya Kaltim yang mengalami SiLPA, juga terjadi di seluruh daerah ditanah air. Itu dikarenakan perubahan dan pergeseran anggaran, perubahan dokumen, sehingg ujung-ujungnya tidak ada lagi waktu untuk menyelesaikan anggaran. Dan hal penyebab tidak terserapnya anggaran, sehingga ujung-ujungnya tidak ada lagi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan,” kata Isran Noor, usai menghadiri Rapat Paripurna ke-19 DPRD Kaltim, di Gedung D lantai 6 DPRD Kaltim, Senin (21/6/2021).Selain Covid-19, lanjut Isran Noor, penyebab lain transfer DBH (dana bagi hasil) dari pusat ke daerah sering terlambat. Walaupun demikian, pemprov tidak bisa menyalahkan pemerintah pusat, karena persoalannya keuangan pusat juga membagi ke berbagai daerah di Indonesia.“Jadi banyak persoalan yang menyebabkan terjadinya SiLPA, belum lagi DAK (dana aloksi khusus), dimana saat ditransfer atau uangnya datang, petunjuk tekniksnya belakangan datangnya. Itu juga menyebabkan kita tidak bisa bekerja, dan DAK untuk daerah juga lumayan besar,” tandasnya.Isran menambahkan SiLPA sudah lama terjadi dan masalah ini tidak pernah selesai, termasuk sejak terjadinya pandemi Covid-19 hampir dua tahun terakhir ini, penyebabkan semua program terganggu, tidak ada yang tidak terganggu.“Terkait penggunaan anggaran, kita disuruh berhati-hati menggunakannya. Dimana sudah banyak buktinya hanya gara-gara keteledoran banyak orang yang tersandung hukum. Karena itu, lebih baik SiLPA dari pada disalahgunakan,” tandas Isran./humasprov

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00