Disebut Kurang Inovasi, Isran: Kita Dapat Penghargaan Papan Atas IKP

KBRN,Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur mendapat penilaian indeks inovasi rendah  dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat disampaikan pada acara Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri bagi Bupati/Walikota pada 16 Juni 2021 lalu. Penilaian tersebut dilakukan terhadap Provinsi dan Kab/Kota di Indonesia.

Menanggapi hasil tersebut, Gubernur Kaltim, Isran Noor mempertanyakan penilaian itu. Menurutnya, penilaian harus dimaksudkan dengan jelas berdasarkan inovasi yang seperti apa. Mengingat, banyak prestasi yang sudah diraih Kaltim baru-baru ini dengan banyak inovasi.

“Harus diperjelas inovasi dalam hal apa. Kalau tentang yang lain tahun kemarin kita dapat penghargaan papan atas tentang Keterbukaan Informasi Publik dengan kategori Provinsi Informatif. Itu sangat membanggakan mengingat tahun sebelumnya kita tidak dapat penghargaan itu,” serunya usai Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Senin (21/6/2021).

Namun demikian, mendapat banyak kritikan dari masyarakat dan banyak pihak tidak serta merta membuat Isran merasa berkecil hati. Justru, itu menjadikan sesuatu yang harus diperhatikan agar lebih baik kedepannya.

“Saya tidak pernah kecewa jika berada di titik bawah. Ibaratnya, kalau sedang berada di bawah mau naik itu mudah, tapi kalau sudah di atas menjaganya itu susah,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menambahkan pada tahun 2019, Kaltim pernah mendapatkan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian PAN dan RB yakni Samsat Delivery Pos (Sadelpo) milik Badan Pendapatan Daerah.

Selain itu, pada 2020 ada 12 inovasi perangkat daerah Kaltim yang masuk nominasi dan 2 (dua) diantaranya yakni “Ojol Berlian” dari DKP3A dan “Pahala Untuk Kaltim” dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berhasil menembus Nasional diperingkat Top 45 dan Top 99.

“Penghargaan diraih dari inovasi dan kerja keras yang luar biasa dari rekan-rekan di Pemprov Kaltim. Tiap tahun pesertanya bertambah terus. Mendapat top 45 merupakan prestasi yang luar biasa dari ribuan peserta. Tahun ini kita bersaing dengan 3000 petarung lain. Perlu dilihat lagi miskin inovasi apa sebenarnya,” ungkap Hadi./KMF-PROV

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00