FOKUS: #PPKM MIKRO

Pemkab Kubar Baru Mau Lelang Mesin Generator Oksigen, DPRD : Ini Darurat Jangan Pakai Lelang

KBRN, Sendawar : Pemerintah kabupaten Kutai Barat berencana mengadakan mesin generator pengisian oksigen. Hal itu untuk mengatasi kelangkaan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Harapan Insan Sendawar. Mengingat saat ini jumlah pasien covid-19 terus membludak.

Data terakhir hingga 1 Agustus ada 29 pasien positif covid-19 yang tengah dirawat di RSUD HIS. Itupun rumah sakit plat merah ini sudah kewalahan. Sementara ada 2.155 orang menjalani isolasi mandiri.

Bupati Kutai Barat FX.Yapan mengaku solusi tercepat adalah membeli sendiri mesin pengisian oksigen.

“Kita sudah minta bantu kemana-mana, ke perusahaan. Jangankan kita pergi ngambil ke Samarinda sana sama juga, Samarinda juga langka. Padahal mereka yang punya pengisian. Itu logikanya. Ini sudah pontang panting sudah. Mau apa lagi,” kata bupati Kutai Barat FX.Yapan didampingi wakil bupati Edyanto Arkan kepada wartawan di kantor bupati Kubar Minggu (1/8/2021).

FX.Yapan dan Edyanto Arkan mengaku sudah memerintahkan jajarannya agar segera menyusun anggaran pengadaan mesin generator.

“Kami sudah membahas membeli mesin generator pengisian sama tangkinya kita isi sendiri. Ini tunggu saya suru dinas kita sudah zoom meeting kemarin. Satu-satunya itu kita ngisi sendiri. Secepat mungkin maunya kita besok,” ujar Yapan dan Edyanto.

BACA JUGA:

Disebut 'Tidur' Urus Covid, Bupati Kubar: Biar Tuhan Yang Tahu

Meski begitu orang satu nomor dan dua di Kubar itu tak mau asal membeli. Mereka lebih memilih memakai sistem lelang dengan harga yang sesuai e-katalog. Karena tak ingin jadi temuan.

“Maunya saya ini (cepat beli) karena ini kemanusiaan. Tapi inikan prosesnya melalui e-Katalog karena ini nanti saya diperiksa lagi. Kita belanja ini dipertangungjawabannya bukan main-main,” sebut Yapan.

BACA JUGA: 

Kasus Corona di Kubar Bertambah 3000 Dalam Sebulan, Bupati: Tolong Tunda Semua Acara

Adapun anggaran yang akan digunakan untuk membeli mesin pengisian itu sudah tersedia melalui anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT).

“Kalau nunggu APBD perubahan ya lama. Makanya saya bilang jangan tunggu APBD-P. Pakai BTT dulu tapi lihat dulu payung hukumnya. Makanya saya selalu suru dinas-dinas itu konsultasi ke inspektorat, kalau inspektorat meng acc-kan kebutuhan itu baru dicairkan. Karena kita ini jaga kalau tidak melalui proses maka dengar nda pernyataan bupati Penajam itu angkat tangan ngurus Covid. Ya kita jangan sampai angkat tangan.

Apapun terjadi yang penting jangan sampai niat baik kita nanti salah,” ucap pasangan yang identik dengan nama Yakan itu kompak.

BACA JUGA:

SILPA APBD Kutai Barat Tahun 2020 Capai Rp 708 Miliar, DPRD: Kenapa Mesin PCR Tidak Bisa Beli

Bupati Kutai Barat FX.Yapan (Kanan) dan Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan (Kiri) berbincang dengan wartawan di halaman kanto bupati Kubar Minggu 1/8/2021.

Sementara itu sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat justru meminta pemerintah segera mengadakan mesin generator pengisian oksigen tanpa proses lelang.

Sebab jika menunggu lelang maka akan lebih lama. Lagi pula kondisi Kutai Barat saat ini tengah darurat covid-19 dengan penambahan 3000 lebih kasus dalam sebulan.

Politikus Golkar Zainudin Thaib menjelaskan dalam kondisi darurat pemerintah bisa mengadakan secara langsung. Dari pada mementingkan urusan administrasi lebih baik selamatkan nyawa manusia.

“Dalam aturan pengadaan, jika negara dalam keadaan darurat dalam kondisi force majeur maka anggaran yang digunakan itu tanpa melalui lelang. Yang penting sesuai dengan katalog. Apa lagi sekarang ini kondisi kita sudah disebut dengan level empat. Lakukan hal itu harus segera diadakan,” ujar Zainudin Thaib saat rapat kerja dengan satgas Covid-19 yang dihadiri Direktur RSUD HIS dr.Akbar dan kadis Kesehatan dr.Ritawati Sinaga, di kantor DPRD Kubar Rabu (28/7/2021).

BACA JUGA: 

Alasan Pemerintah Tidak Bisa Beli Alat PCR Buat DPRD Kubar Berang, Wakil Rakyat: Jangan Ada Permainan Bisnis

Senada disampaikan ketua DPRD Kubar Ridwai. Menurutnya proses pengadaan secara normal bisa dilakukan jika kebutuhan kurang mendesak. Namun untuk kebutuhan oksigen, sudah seharusnya segera diadakan.

“Jadi kami dari DPRD sangat mendukung nanti kalau memang butuh bantuan pemikiran kami untuk menyampaikan ke pihak-pihak pemegang kewenangan ini, kami siap.Karena ini luar biasa darurat,” katanya.

Ridwai - Ketua DPRD Kutai Barat

Anggota DPRD Partai Gerinda Yahya Marthan menambahkan, saat ini kondisi di RSUD HIS sudah sangat darurat. Bukan saja oksigen yang terbatas tetapi ruang perawatan juga penuh. Bahkan ruang VIP pun disulap untuk pasien covid-19.

“Lalu kondisi di IGD itu ya cukup membuat kewalahan juga. Kita prihatin, saya kira upaya sudah dilakukan, namun ada hal-hal yang mungkin diluar kewenangan oleh pihak rumah sakit dalam rangka mengatasi keterbatasan ini terutama kebijakan anggaran,” jelas Marthan.

Mantan sekda Kubar itu menirukan ucapan presiden Joko Widodo yang menilai keselamatan jiwa manusia yang utama dari segalanya.

“Kalau menurut saya pak presiden menyatakan keselamatan jiwa manusia ini yang utama. Jadi kalau memang itu yang menjadi komitmen kita bersama dengan gejala yang cenderung meningkat ini, korban semakin bertambah, digrup (WA) kami yang ada kepala BKAD juga saya bilang, tidak perlu ragu-ragu. Kalau perlu proyek-proyek fisik itu di pending,” tukasnya.

Nah ini perlu juga karena saya khawatir itu oksigen kalau di Samarinda sudah banyak perorangan yang ambil, nyimpan dirumah masing-masing.

Marthan menambahkan, jika bicara masalah anggaran Kutai Barat masih memiliki kas daerah sekitar 800 Miliar hingga Juli 2021. Jika pemerintah ragu-ragu menggunakan anggaran DPRD kata dia siap memanggil aparat penegak hukum untuk mencari solusi bersama.

“Maka saran saya kedepan mungkin kita bisa undang kejaksaan atau Polres buat kerja sama. Bukan kita mau intervensi melarang mereka tapi ini instruksi presiden supaya mempercepat pencairan dana berkaitan dengan covid ini, baik itu penguatan ekonomi maupun penguatan sosial.

Sekarang kondisinya upnormal sudah, saya tahu persis kalau dalam keadaan darurat seperti ini tidak boleh atau tidak harus mengikuti prosedur yang sebenarnya, sepanjang pekerjaan itu dikerjakan dengan baik dan benar itu kita dukung. Karena kondisi kita ini sudah luar biasa,” tuturnya.

Yahya Marthan - Anggota DPRD Kutai Barat

Kepala bagian tata usaha RSUD HIS Feliks Paskadalius dalam rapat kerja dengan DPRD mengaku tahun ini akan segera dibeli 80 tabung dengan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar.

Adapun jumlah tabung yang tersedia saat ini hanya sekitar 99 buah. Itupun tidak bisa full 99 tabung di rumah sakit. Karena masih harus diisi di Samarinda.

Sedangkan satu pasien membutuhkan antara 8-10 tabung oksigen per hari. Sementara di RSUD HIS saat ini ada hampir 30 pasien yang tengah menjalani perawatan dengan kondisi gawat darurat. Artinya kekurangan sekitar 100 lebih tabung  per hari.

Kekurangan pasokan oksigen itu menurut manajemen RSUD HIS, bukan hanya karena tabungnya yang kurang tetapi distribusi dari Samarinda juga terhambat. Sebab semua daerah mengisi oksigen di kota Samarinda.

“Yang paling utama adalah ketersediaan tabungnya. Baik kami dari rumah sakit maupun para penyedia juga terbatas tabungnya. Sehingga untuk sirkulasi ini yang seharusnya sekian puluh tabung itu terpasang dipakai pasien, tapi sekian ratus tabung yang berangkat mengisi dan sebagian yang dari Samarinda naik ke atas untuk menjaga sirkulasi.

Nah ini untuk menjaga sirkulasinya kami sering hampir-hampir ketapusan (kewalahan). Makanya kami sering koordinasi dengan BPBD minta satu atau dua armada mereka menjemput oksigen di tengah jalan,” jelas Feliks.

Di Samarinda kata dia juga ada masalah pada saat mengisi karena antrean.

“Dan di Samarinda juga bukan hanya para penyedia yang dilayani tetapi juga masyarakat. Mereka datang sendiri pergi ke Samator untuk mengisi. Ini sama-sama penting. Masyarakat disana juga minta supaya cepat, penyedia juga minta cepat, sehingga rata-rata itu di atas jam 1 siang baru bisa keluar.

Tapi akhir-akhir ini jam 7 malam baru berangkat dari Samarinda. Ini yang membuat kami hitung-hitung waktu dengan ketersediaan oksigen yang ada di rumah sakit dengan estimasi waktu kedatangan ini yang sering hampir tampus,” katanya.

BACA JUGA:

Bupati Kubar: Kegiatan Pengumpulan Masa Ditunda Dulu

Rapat kerja DPRD Kubar dengan tim satgas Covid-19 (28/7/2021).

Direktur RSUD HIS dr.Akbar menambahkan, saat ini ada dua penyedia yang bekerja sama dengan RSUD HIS. Yaitu CV Nanda dan CV Sukses Kaltim.

Namun dua penyedia itu juga tidak mampu mensuport kebutuhan tabung ke rumah sakit milik pemda itu.

“Penyedia CV Nanda ini kemampuannya bisa sampai 90 tapi hanya setiap 2 hari karena kekurangan tabung.

Kalau CV Sukses Kaltim ini mereka sekarang tiap hari tapi kapasitasnya 80. Kami minta tambah tapi CV Sukses Kaltim ini masalahnya juga sama yaitu tabung kurang.

Janji mereka awal Agustus ini kalau Sukses Kaltim itu bisa datang tabungnya 300 itu kemungkinan akan tambah volumenya dengan catatan mereka truknya berfungsi dengan baik,” jelas dr.Akbar.

Sementara itu terkait mesin generator pengisian sejauh ini baru ada presentase dari pihak penyedia. Dengan estimasi harga antara Rp 3,4 miliar sampai 4 miliar per unit.

“Dengan harapan kalau barang itu ada di tempat, kita tidak terlalu susah ngurus oksigen ini,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00