FOKUS: #PPKM MIKRO

Kubar Mau Rekrut Relawan Covid, Nakes Sudah Kolaps? Ini Kata Kadis Kesehatan

KBRN, Sendawar : Pemerintah kabupaten Kutai Barat (Kubar) berencana merekrut relawan untuk membantu penanganan covid-19. Pertimbangan mencari relawan sebagai antisipasi jika pasien positif covid-19 membludak.

Pasalnya saat ini tenaga kesehatan di sejumlah faskes milik pemerintah banyak terpapar virus corona. Disaat bersamaan pasien positif terus bertambah.

Sementara rumah sakit khusus untuk pasien corona sudah tidak sanggup lagi menampung. Sebab hanya RSUD Harapan Insan Sendawar yang dijadikan tempat isolasi pasien covid-19. Sedangkan Rumah Sakit Pratama di Lingggang Bigung sudah ditutup karena kekurangan tenaga.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Kutai Barat dr.Ritawati Sinaga mengatakan, saat ini memang hanya nakes dari puskesmas yang diperbantukan di RSUD HIS. Namun jika pasien terus bertambah maka perlu ada tambahan tenaga. Sehingga opsi merekrut relawan akan diambil.

“Sebenarnya petugas medis yang kita perbantukan tetapi tidak menutup kemungkinan mengangkat relawan. Nanti kita lihat perkembangan. Tapi semoga tidak berkembang atau kenaikan yang positif,” ujar dr.Rita kepada RRI di Sendawar Senin (26/7/2021) malam.

BACA JUGA: 

Bupati Kubar Keluarkan SE PPKM Level IV, Tempat Hiburan Hingga Acara Adat Distop Sementara Sampai 2 Agustus

RSUD HIS Kutai Barat

Terpisah direktur RSUD Harapan Insan Sendawar dr.Akbar membenarkan jika nakes di rumah sakit plat merah itu mulai keteteran. Sebab saat ini ada 9 nakes yang harus menjalani isolasi mandiri akibat terpapar covid-19.

“Informasi terakhir ada 9 tenaga kesehatan kita yang isolasi mandiri. Perkembangan ya kami butuh tambahan tenaga,” kata dr Akbar kepada RRI Selasa (27/7/2021).

Ia menyebut saat ini ada 27 ruangan di RSUD HIS yang dipakai untuk rawat inap pasien covid-19. Masing-masing 25 ruang isolasi dan 2 ruangan ICU.

Sementara nakes yang ada hanya 35 orang. Dengan rincian perawat 30 orang, ditambah dokter 5 orang.

Artinya dalam sehari 35 nakes itu harus bergantian memantau pasien covid selama 24 jam.

“Ya kita maksimalkan tenaga yang ada. Makanya kami butuh tambahan tenaga,” ungkapnya.

BACA JUGA:

PPKM Level 4, Masuk Kubar Wajib Bawa Kartu Vaksin dan Anti Gen

Ini Sejumlah Kegiatan yang Ditutup Sementara Selama PPKM Level 4 di Kutai Barat

Atas kondisi itu dr.Akbar berharap ada warga yang mau menjadi relawan. Hanya saja keputusannya ada ditangan tim gugus tugas penanganan covid-19.

“Kami harus butuh persetujuan tim gugus tugas karena berkaitan dengan anggaran. Kecuali ada relawan yang mau tidak dibayar,” pungkasnya.

Adapun jumlah kasus covid-19 di Kutai Barat hingga 26 Juli mencapai 5.588 kasus positif dan 104 orang meninggal dunia.

Pasien sembuh sebanyak 4.141 orang. Sisanya menjalani isolasi mandiri.

Jauh sebelum kasus covid-91 meledak, Kadis kesehatan sudah memberi peringatan. Begini pesannya.. TONTON DALAM VIDEO DIBAWAH

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00