FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Perdana, 6 Perusahaan Tambang di Kubar Laksanakan Vaksin Gotong Royong Untuk Karyawan

KBRN, Sendawar : Enam perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur mulai melaksanakan vaksinasi covid-19 untuk karyawan. Masing-masing PT Trubaindo Coal Mining (TCM), Bharinto Ekatama (BEK), PT TIS, GPK, NPR dan PT Trust.

Perusahaan dibawah naungan PT Indo Tambangraya Megah (ITM) yang tergabung dalam group Melak Kutai Barat ini melayani penyuntikan vaksin bekerja sama dengan Rumah Sakit Santa Familia Barong Tongkok.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT TCM Wahyu Harjanto mengatakan, pemberian vaksin perdana ini sejalan dengan kebijakan pemerintah agar badan swasta ikut membantu pemerintah dengan program vaksin gotong royong. Yaitu vaksinasi yang dibiayai sendiri oleh perusahaan.

“Ini wujud kita membantu program pemerintah untuk vaksinasi kepada karyawan kita,” ujar Wahyu disela-sela pelayanan vaksin di kantor PT TCM Site Bunyut kecamatan Melak, Kutai Barat Jumad (23/7/2021).

Wahyu menyebut ada sekitar 1030 karyawan-karyawati yang mendapat penyuntikan vaksin dosis pertama ini. Namun untuk menghindari kerumunan akan dilaksanakan selama 4-5 hari, dengan target 200 orang per hari.

“1030 ini yang sudah terdaftar untuk program vaksinasi, jadi dalam satu hari ini targetnya 200 karyawan karena keterbatasan dari vaksin dan vaksinator,” sebut Wahyu.

Wahyu Harjanto - KTT PT TCM Kutai Barat

Selanjutnya perusahaan tambang Melak Group akan berkoordinasi dengan manajemen PT ITN di Jakarta sebagai perusahaan induk, guna melakukan vaksin untuk keluarga karyawan.

“Ini juga kita masih komunikasi dengan Biofarma terkait dengan kuota vaksin, kita harapkan itu bisa terlaksana (vaksin untuk keluarga karyawan).

Wahyu mengatakan, selain menyukseskan program pemerintah perusahaan juga memiliki tanggungjawab terhadap keselamatan karyawan. Terutama melindungi karyawan  dari paparan covid-19.

Apalagi saat ini gelombang penularan virus corona makin meraja lela, baik di wilayah Kutai barat maupun Kalimantan Timur pada umumnya.

“Itulah sebetulnya langkah dari perusahaan untuk memberikan vaksinasi ini sebagai upaya perlindungan kepada karyawan karena karyawan ini adalah aset perusahaan. Kita harapkan karyawan kita bisa sehat dan dengan adanya vaksinasi ini paling tidak bisa mengurangi tingkat keparahan apabila ada karyawan yang terpapar  covid,” katanya.

Wahyu menambahkan sejauh ini tidak ada karyawan  yang menolak divaksin. Bahkan untuk meyakinkan pentingnya vaksin covid itu, manajemen perusahaan menggandeng Direktur Utama Rumah Sakit St.Familia melakukan sosialisasi melalui webinar.

“Jadi beberapa hari sebelum dilakukan vaksinasi ini kita bekerjasama dengan EMT (Emergency Managemen Team), semacam satgas covidnya Grup TCM, kita bekerja sama dengan Rumah Sakit Santa Familia terutama dengan Pak dr Winardi selaku direktur Rumah sakit memberikan webinar kaitan dengan pentingnya vaksinasi bagi karyawan,” jelasnya.

“Disitu ada pertanyaan-pertanyaan dari karyawan yang semula mungkin takut divaksin atau tidak tahu kenapa harus vaksin dapat pencerahan pentingnya vaksin. Sehingga antusiasme karyawan setelah adanya webinar itu jadi tidak takut lagi divaksin. Karena sudah menyadari pentingnya vaksin tersebut,” sambung KTT TCM.

Wahyu tak menampik, saat ini banyak beredar berita bohong soal vaksin penguat kekebalan tubuh di media sosial. Sehingga perusahaan perlu mengedukasi karyawannya agar mendapat informasi yang benar.

“Paling tidak dengan webinar itu dapat di ketahui bahwasannya vaksin bisa dilakukan. Misalnya kalau dia punya komorbid seperti gula darah sepanjang masih bisa terkontrol itu bisa dilakukan vaksinasi jadi ada penjelasan seperti itu,” papar Wahyu.

Meski begitu Wahyu meminta seluruh karyawan  tetap mengikuti protokol kesehatan 5 M. Sebab vaksin belum menjamin 100 persen aman dari paparan virus corona.

Ester, salah satu karyawan PT BEK mengaku biasa saja saat divaksin. Dia bahkan menunggu segera disuntik.

“Pada saat penyuntikan itu tidak ada rasanya. Cuma pascasuntik itu ada rasa kaya (ngilu) gitu ya. Kalau sakit sih ngga, cuma sebelum divaksin ada rasa  deg-degan gitu ya karena saya takut jarum suntik. Aman aja sih, jadi jangan takut vaksin,” ujarnya.

Peserta Vaksin Melak Group

Petugas medis dari RS St Familia menganjurkan seluruh peserta vaksin agar beristirahat yang cukup, baik sebelum vaksin maupun setelah vaksin.

“Sebelum vaksin pasti kita menanyakan riwayat kesehatannya. Setelah vaksin kita observasi sekitar 30 menit. Kalau lemas disini sudah bagus ada ruangan khusus. Kalau misalnya dia merasa ada nyeri atau gangguan pascasuntik bisa langsung melapor ke petugas. Di rumah misalnya kalau mau beli obat sendiri harus dengan resep dokter,” pesan dr Avis, petugas vaksinator dari RS St.Familia.

Panitia juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat di lokasi vaksin.

Setidaknya ada lima ruangan yang disiapkan untuk proses vaksin. Dibagian depan ada meja pendaftaran. Sebelum masuk semua peserta wajib dites suhu tubuh. Kemudian di ruang antre, disiapkan kursi dengan jarak 150 cm. Lalu peserta dipanggil secara bergilir.

Untuk antisipasi kejadian pascasuntik, perusahaan juga menyediakan ruang khusus observasi yang dilengkapi peralatan medis, obat-obatan hingga tempat tidur layaknya ruangan VIP.

Karyawati Perusahaan berpose usai vaksin

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kutai Barat Silan mengapresiasi kebijakan PT TCM Grup yang melakukan vaksinasi bagi karyawan nya.

“Kami sangat gembira mendengar dan saya saksikan sendiri perusahaan sangat peduli dengan karyawannya dalam hal ini memberikan vaksin secara gotong royong tidak memikirkan secara finansial atau sumber dayanya. Ya kami sangat berterima kasih atas kebijakan TCM ini. Dan setahu saya di Kubar ini hanya TCM Melak group yang telah melaksanakan vaksin pertama,” katanya.

“Massa pandemi ini tidak bisa kita reka -reka, sehingga dengan ada vaksin ini saya sangat meyakini kita akan mengurangi paparan setiap hari. Kita juga sekarang memperpanjang PPKM sampai tanggal 25 Juli sehingga kita berharap bisa menurunkan kasus covid ini,” lanjut Silan.

Ia berharap perusahaan lain di Kutai Barat mengikuti jejak PT ITM Grup Melak. Sebab jika menunggu program pemerintah maka akan lambat.

“Memang laporan dari pak Wahyu tadi semua karyawan  tidak ada penolakan. Bahkan mereka menunggu kapan divaksin. Terima kasih kepada manajemen TCM ini.

Mewakili pemerintah Kabupaten Kutai Barat harapan saya perusahaan pertambangan yang lain lihatlah TCM yang peduli dengan karyawan nya. Ambil jatah vaksin gotong royong ini. Karena kalau menunggu jatah program pemerintah orang masih banyak yang belum divaksin, sehingga kebijakan ini saya sangat mendukung dan kita senang,” terang Silan.

Silan - Kadis Nakertrans Kutai Barat

Tak lupa Silan juga berpesan kepada karyawan perusahaan maupun masyarakat luas agar jangan takut divaksin.

“Ikuti program pemerintah karena ini melindungi diri kita sendiri bukan orang lain. Melindungi keluarga kita, teman-teman kita. Dengan ikut vaksin berarti kita ikut menyelamatkan orang lain.

Yang jelas dengan ikut vaksin bisa meringankan diri kita dalam hal menghadapi virus tersebut. Contoh saya ini sudah 2 kali ya syukur sampai saat ini saya masih diberi kesehatan. Salah satu dengan adanya vaksin ini imun saya tetap baik,” pungkas mantan kadis Kominfo Kubar itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00