FOKUS: #WASPADA KARHUTLA

Pertengahan 2021, Karhutla di Kubar telah Meliputi Area Seluas 22,5 Hektare

KBRN, Sendawar: Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bersama stakeholder menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di Gadung Auditorium ATJ Komplek Perkantoran Pemerintahan Kubar, Senin (21/6/2021).

Rapat tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kubar, FX Yapan, dihadiri Kapolres AKBP. Irwan Yuli Prasetyo, Plt. Kepala BPBD Henderman Supanji, Perwakilan TNI, Kejaksaan Negeri, Lembaga Adat Besar Kabupaten, Pemerintah Kecamatan, Kampung dan Organisasi Kemasyarakatan di wilayah tersebut.

Bupati FX Yapan dalam sambutannya menerangkan bahwa, rakor ini merupakan langkah Evaluasi, skaligus persiapan menghadapi bencana karhutla, mengingat Kabupaten Kutai Barat memiliki resiko kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi dan terjadi hampir setiap tahun.

"Berdasarkan data dari BPBD Kutai Barat bahwa tahun 2021 ini telah terjadi kebakaran, baik hutan maupun lahan dengan luas kurang lebih 22,5 hetare, yang tersebar di empat kecamatan yakni, Damai, Muara Lawa, Skolaq Darat dan Kecamatan Barong Tongkok,"terang nya

Maka itu menurutnya, perlu upaya untuk menyusun strategi guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang meluas, dengan memperhatikan laporan atau peringatan dari BMKG terkait potensi Karhutla itu sendiri. Sehingga kedepannya dapat menentukan langkah pegerahan peralatan, personil dan sumber daya secara terpadu dan saling bersinergi.

"Jadi, saya minta setelah Rakor ini, para Camat membuat lagi rakor dengan kepala adat, kepala desa dan BPK di wilayah masing-masing. Saya minta para camat jangan bekerja sendiri, harus kerjasama dengan Koramil dan Polsek, dan ini perlu kewaspadaan, memberi kesadaran kepada masyarakat agar bersama-sama bisa menjaga hutan kita,"ungkapnya

Meski penanganan karhutla sudah cukup baik dilakukan di Kabupaten Kutai Barat. Namun masih perlu ditingkatkan lagi, terutama dari segi koordinasi antar semua pihak, mulai dari tingkat Kampung, Kabupaten hingga Provinsi, sehingga kedepannya, setiap hambatan yang dihadapi dalam penanganan karhutla di Kubar bisa teratasi.

Untuk diketahui, kasus kebakaran hutan dan lahan di Kutai Barat tercatat seluas 282 hektare di tahun 2019. Kemudian turun menjadi 28 hektare ditahun 2020, dan memasuki pertengahan tahun 2021 ini sekitar 22,5 hektare.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00