Imigrasi Sabang Edukasi Siswa Sekolah Tentang Bahaya TPPO

  • 29 Apr 2026 21:58 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang menggelar kegiatan sosialisasi terkait Tugas dan Fungsi Keimigrasian serta Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bagi para siswa di SMA Negeri 2 Sabang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dini kepada generasi muda mengenai modus operandi perdagangan manusia yang kian marak, sekaligus mengenalkan peran strategis imigrasi sebagai penjaga pintu gerbang negara.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Muchsin Miralza, menekankan, pelajar adalah kelompok usia produktif yang sangat rentan menjadi sasaran empuk jaringan perdagangan orang. Melalui edukasi ini, diharapkan para siswa memiliki benteng pertahanan mental yang kuat sebelum memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tegasnya, Sindikat internasional sering kali memanfaatkan kepolosan dan semangat tinggi anak muda untuk mencari pengalaman di luar negeri dengan cara-cara yang manipulatif. Oleh karena itu, kehadiran Imigrasi di sekolah menjadi langkah preventif yang krusial untuk memutus rantai perdagangan manusia sejak dari akar lingkup pendidikan.

"Sosialisasi ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan upaya kami melindungi adik-adik semua. Saat ini, TPPO tidak hanya terjadi melalui jalur konvensional, tetapi sudah merambah ke ranah digital melalui tawaran kerja palsu di media sosial. Kami ingin memastikan siswa SMAN 2 Sabang memiliki bekal pengetahuan agar tidak menjadi korban berikutnya," tegas Muchsin, Rabu 29 April 2026.

Muchsin juga mengingatkan, bahwa paspor adalah dokumen negara yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab dan tidak boleh diserahkan kepada pihak yang tidak berwenang. "Dengan terlaksananya sosialisasi ini, Kantor Imigrasi Sabang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan dunia pendidikan guna menciptakan generasi muda yang sadar hukum dan tanggap terhadap ancaman kejahatan transnasional," ucap Muchsin.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkonsultasi mengenai prosedur pembuatan paspor yang benar serta cara melaporkan indikasi tindak pidana jika ditemukan di lingkungan sekitar. Pihak SMA Negeri 2 Sabang memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini, mengingat letak geografis Sabang yang strategis memerlukan pengawasan ekstra terhadap mobilitas orang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....