Imigrasi Sabang Tingkatkan Pengawasan WNA saat Musim Libur

  • 29 Mar 2026 11:33 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran kedaulatan negara oleh warga negara asing (WNA). Himbauan tersebut dikeluarkan, menyusul ramainya kunjungan, terutama pada masa liburan.

Peningkatan kunjungan wisatawan didominasi wisatawan domestik, namun kunjungan wisatawan mancanegara dinilai perlu diimbangi dengan pengawasan yang optimal demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, meskipun dalam libur kali ini tergolong sedikit.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Muchsin Miralza, melalui RRI. Ia menegaskan, bahwa pihaknya terus melakukan langkah preventif dan pengawasan terhadap aktivitas orang asing. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh WNA yang berada di Sabang mematuhi ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia serta tidak menyalahgunakan izin tinggal yang dimiliki.

"Kepada pada para wisatawan asing agar melakukan kegiatan sesuai dengan izin tinggal yang mereka miliki. Setiap bentuk pelanggaran, seperti bekerja tanpa izin atau melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan visa, dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Muchsin, Minggu 29 Maret 2026.

Selain itu, Kantor Imigrasi turut mengimbau kepada pemilik maupun pengelola hotel dan penginapan agar aktif melaporkan keberadaan WNA yang menginap melalui APOA atau Aplikasi Pelaporan Orang Asing. Pelaporan ini dinilai penting sebagai bagian dari sistem pengawasan terpadu untuk memantau mobilitas orang asing di wilayah Sabang.

"Masyarakat juga diminta untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan daerah dengan melaporkan kepada kami Imigrasi, apabila menemukan aktivitas orang asing yang mencurigakan. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah potensi gangguan keamanan yang dapat timbul dari keberadaan dan aktivitas WNA, terlebih di masa liburan ini," kata Muchsin.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan Kota Sabang tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman, tanpa mengabaikan aspek kedaulatan negara. Tegasnya lagi, upaya pengawasan ini akan terus diperkuat, terutama pada periode liburan yang identik dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, yang dapat dijadikan celah oleh pihak tertentu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....