Pelecehan Seksual di Tempat Kerja Picu Trauma Psikologis
- 15 Jan 2026 03:16 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Pelecehan seksual di tempat kerja tidak hanya berdampak secara fisik dan verbal, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang serius dan berkepanjangan bagi korban. Hal ini disampaikan Konselor Puspaga Kota Banda Aceh, Maria Ulfa, S.Psi., M.Psi., Ph.D, dalam Dialog RRI Perempuan dan Anak bertema Membangun Lingkungan Kerja Aman dan Bebas Pelecehan Seksual, Senin (12/1/2026).
Maria menjelaskan, korban umumnya mengalami penurunan motivasi kerja, kecemasan berlebihan, serta menarik diri dari lingkungan sosial. Perubahan perilaku seperti menjadi lebih pendiam, enggan berinteraksi, hingga kehilangan rasa percaya diri kerap terlihat. Kondisi ini diperparah oleh ketakutan akan stigma, dikucilkan, atau kehilangan pekerjaan, sehingga banyak korban memilih diam.
Dampak psikologis tersebut semakin berat ketika pelaku merupakan atasan atau pihak yang memiliki relasi kuasa. Ketimpangan ini membuat korban merasa tidak memiliki ruang aman untuk melapor dan berpotensi memicu depresi serta trauma jangka panjang.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, S.Pd.I., M.Si, menegaskan bahwa normalisasi pelecehan seksual di lingkungan kerja seperti candaan bernuansa seksual, siulan, hingga sentuhan ringan masih kerap terjadi dan memperparah penderitaan korban. Menurutnya, pemulihan korban membutuhkan dukungan lingkungan kerja yang berpihak pada korban, aturan tegas, serta mekanisme pengaduan yang aman dan menjamin kerahasiaan.
“Kondisi aman di tempat kerja sangat menentukan keberanian korban untuk bersuara. Jika dampak psikologis ini terus diabaikan, korban bukan hanya kehilangan rasa aman, tetapi juga produktivitas dan masa depannya,” ujar Riswati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....