Lapek Barajuik, Dapat Awet Satu Bulan

Lapek Barajuik

KBRN, Padang Pariaman: Di Nagari Balah Aia, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, ada kuliner tradisional unik, langka dan juga pastinya sangat enak. 

Lapek barajuik namanya. Seperti apa penganan berbahan dasar buah pisang yang konon, semakin lama disimpan, rasanya semakin enak ini?

Di Pasar Pakandangan, Padang Pariaman merupakan salah satu lokasi lapek ini dijual, yakni pada Hari Rabu dan Jumat. Lapek ini tidak lagi intens diproduksi. Sebab kurangnya regenerasi si pembuat.

Bahan utamanya adalah pisang. Harus berjenis pisang batu. Pembungkusnya yang berbahan daun juga harus dari daun pisang jenis pisang batu. Bahan lain berupa beras pulut, tepung terigu, saka (gula merah), dan kelapa. Semua bahan dicampur, termasuk gula merah yang diletakkan di bagian tengah, dan kemudian direbus.

Adonannya harus tepat dan ketika dimasak, air tidak bileh merembes melewati daun pembungkus. Jika tidak, lapeknya hanya akan hancur.

Bentuknya memang kurang menarik. Tapi, yang menjadi pembeda pada penganan ini adalah cara kemasan yang dirajut dengan tali sebagai penghubung.

Campuran rasa pisang dan saka lumer di lidah. Yang unik, tekstur setiap bagian lapek sama liatnya. Tidak ada yang terlalu keras atau terlalu lunak. Seakan, bagian daging lapek dan intinya terbuat dari bahan yang sama. Tapi, sebenarnya kedua bagian itu berbeda, setidaknya tampak dari warnanya. Bagian daging berwarna putih, dan intinya berwarna coklat pekat. 

“Lapek menjadi tahan lama karena cara membuatnya yang tidak biasa. Saat dibuat, bagian dalam kulit harus benar-benar aman dari air. Itulah resep rahasia yang membuat lapek barajuik tahan lama. Bahkan bisa awet hingga satu bulan. Kami tidak tahu sejak kapan lapek ini dibuat," kata Maimun, salah seorang penjual kepada RRI.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00