Resep Kue Popaco Khas Ramadan di Sulawesi Utara

Kue Popaco Khas Sulawesi Utara.jpeg

KBRN, Jakarta: Bulan Suci Ramadhan memng selalu menjadi waktu dimana masyarakat dengan mudah menemukan beragam penganan kue, termasuk kue-kue langka yang hanya ada di saat bulan Ramadhan, yakni Popaco.

Kue Popaco ini memang tergolong kue yang hanya diproduksi di Silawesi Utara, saat bulan Ramadhan. Walaupun komposisi bahan-bahannya tergolong mudah untuk didapatkan, namun, entah mengapa Popaco hanya diproduksi massal saat bulan ramadhan. Bahkan, untuk mendapatkan kue yang satu ini, kita harus berburunya sejak sore kalau tidak ingin kehabisan. 

Terbuat dari tepung beras, santan dan gula merah, Popaco bisa dibilang kue sederhana. Namun, tak sembarang orang bisa memproduksinya. Menurut bnyak orang kenikmatan popaco terletak dari cara memasak serta memadukan adonan utama dan adonan toping. 

Perlu diktahui pula cara memasaknya atau mengukusnya pun unik. Popaco akan ditusukan ke ampas kelapa bekas remasan santan. Fungsi dari ampas kelapal adalah untuk menegakan kerucut Popaco, serta menjaga agar kue itu tetap panas saat disajikan. 

Harga Popaco biasanya dijual Rp 2.500 per buah. Harga ini terbilang masih ramah kantong, walaupun tergolong lebih mahal dari harga kue lainnya, mengingat kue lain dijual Rp 2.000 per buah atau Rp 5.000 dapat tiga.  Berikut Resep Kue Popaco: 

Bahan-bahan: 

- Adonan Utama 

Tepung Beras Santan (pakai perasan kelapa bukan sachetan) Gula Merah Garam secukupnya 

- Adonan Toping 

Tepung Beras Santan garam secukupnya 

- Pembungkus 

Daun Pisang  Lidi 

Cara membuat:

1. Untuk Adonan Utama, Gula merah dicairkan. Begitu juga dengan santan yang harus dimasak terlebih dahulu. 

2. Campur tepung beras dengan santan, hingga adonan terasa cukup mengental. Tambahkan gula merah sesuai dengan selera. Jangan lupa, masukan garam secukupnya. 

3. Untuk Adonan toping tepung beras secukupnya dicampur dengan santan. Aduk hingga sedikit cair. Tambahkan garam secukupnya. Adonan ini tidak boleh sama kental dengan adonan utama. 

4.Setelah dua adonan selesai, adonan utama kemudian dimasukan ke dalam pembungkus daun pisang yang sudah dibuat berbentuk kerucut. Tutup erat pembungkusnya dengan lidi yang sudah disediakan. Jangan sampai adonannya tumpah. 

5. Kemudian ditancapkan di ampas kelapa bekas remasan santan, yang sudah ditaruh di wadah tempat kukus. Atur agar berdiri dan tidak ada yang jatuh. 

4. Kukus adonan tersebut selama beberapa waktu. Setelah terlihat mulai sedikit matang, adonan toping dimasukan di atas adonan pertama. Di interval waktu memasukan adonan toping ini, adalah penentu kue ini berhasil atau tidak. 

5. Tunggu beberapa waktu hingga masak. Setelah masak, kue popaco siap dihidangkan dengan tetap ditancapkan di ampas kelapa yang sama-sama dikukus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00