Berawal Proposal Kampus, Resto Daging Sapi Asap Milik Mahasiswa Ini Laris Manis

KBRN, Semarang : Berwirausaha di bidang kuliner menjadi salah satu peluang bisnis yang menarik untuk ditekuni kalangan milenial. Namun, beragamnya kuliner kekinian menjadi tantangan para owner berkreasi untuk menumbuhkan kuliner yang memiliki daya tarik bagi konsumen.

Pemilik restoran Bellywise Faiz Yazid Aulady mengatakan, tantangan usaha kulinernya yakni mengenalkan menu yang masih terbilang baru di Kota Semarang. Salah satunya double platter yang menjadi menu andalan Bellywise.

Doble Platter berisi olahan daging sapi yang dipanggang dengan cara diasapi menggunakan kayu kelengkeng selama 18 jam sehingga mempunyai cita rasa dan tekstur yang berbeda dengan yang lain,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/1/2020).

Faiz lanjut menuturkan, asal muasal mengeluti dunia kuliner berawal dari proposal Kuliah Kerja Usaha (KKU) miliknya disetujui masuk program Kemenpora RI dan mendapat modal usaha Rp 15 juta. Dari situ, mulailah ia merintis usaha kuliner sambil kuliah. Dan menu andalan daging asap menjadi pilihannya.

“Dulu waktu 2017, saat magang kuliah di perusahaan, saya merasa kurang nyaman. Lalu coba mengajukan proposal berwirausaha program Kemenpora. Begitu lolos dan mendapat modal, uangnya saya pergunakan untuk usaha di bidang kuliner hingga kini,” terangnya.

Alumnus perguruan tinggi swasta 2018 jurusan Ilmu Komunikasi tersebut menjelaskan, dengan mengusung konsep rumahan dan lokasi yang berada di perkampungan, ternyata mampu menciptakan rasa nyaman buat pengunjung rumah makan miliknya. Selain itu, menu Doble Platter terbilang porsi besar sehingga bisa disantap 3-4 orang. Oleh karena itu sangat cocok bagi keluarga maupun mereka yang membawa teman untuk makan sambil ngobrol di restoran miliknya.

“Dipilihnya tempat restoran di Jalan Wonodri Krajan 3 No. 45 yang berada di perkampungan memang untuk memberi rasa nyaman bagi konsumen. Karena lokasinya cenderung tidak macet, dan tenang. Tidak bising suara kendaraan,” imbuhnya.

Disinggung omzet usahanya yang telah berjalan 3 tahun ini, Faiz Yazid Aulady lebih menekankan pentingnya inovasi. Menurutnya, kualitas rasa dan konsep yang diusung merupakan kunci keberhasilan restorannya selama 3 tahun ini.

“Omzet urusan belakang, yang penting menciptakan rasa dan konsep yang cocok bagi konsumen. Itu dulu yang diperjuangkan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00