Tenaga Medis di Puskesmas Positif COVID-19

KBRN, Garut: Dua tenaga kesehatan (Nakes) yang bekerja di Puskesmas Cempaka, Kecamatan Karangpawitan dan Puskesmas Bagendit Garut, Jawa Barat terkonfirmasi positif COVID-19. Total COVID-19 di Garut kini mencapai 28 kasus.

Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Garut Yeni Yunita mengatakan, satu kasus baru dilaporkan pada 12 Juli 2020 lalu. Seorang tenaga medis di Puskesmas Cempaka dinyatakan positif dan jadi kasus ke 27. Tenaga medis dari Puskesmas Cempaka berjenis kelamin perempuan dan berusia 27 tahun itu kini mendapat perawatan medis di RSUD dr Slamet.

"Sekarang sudah dibawa ke ruang isolasi. Kami juga tracing yang pernah kontak dengan dia," ujar Yeni, Senin (13/7/2020).

Terkait kasus itu, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyebutkan bahwa jajarannya sedang melakukan tracking dan tracing terhadap petugas kesehatan yang terinfeksi corona.

"Kalau clusternya sudah ketemu nanti kami akan fokus, terkenanya dari siapa, dari mana? Sedang kami lakukan tracking," ucap Helmi.

Ia berharap tim tracing bisa bergerak cepat agar bisa menemukan orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif ke 27 atau KC-27.

"Mudah-mudahan bisa cepat, bisa dilakukan swab test juga di Garut," katanya.

Sedangkan KC-28 merupakan tenaga medis dari Puskesmas Bagendit. Ia melakukan uji swab pada 15 Juni dan hasilnya baru keluar setelah satu bulan.

"Pemeriksaan hasilnya lama. Garut memang sudah ada alatnya tapi belum bisa maksimal. Hanya cukup untuk melayani pasien yang masuk rumah sakit," kata Helmi.

Helmi menyatakan, pihaknya akan segera memperlengkap alat uji swab dalam satu sampai dua minggu ini agar lebih maksimal, sehingga kasus positif bisa segera tertangani.

"Untuk kasus yang terakhir ini, kemungkinan tertular masih di Garut. Soalnya dia tidak pernah keluar kota. Kami terus lakukan tracing dan ketahui darimana klasternya," tandasnya.

Untuk sementara, pelayanan di kedua Puskesmas juga ditutup. Semua petugas medis juga sudah diperiksa dan masih menunggu hasilnya. Selama hasil belum keluar, maka operasional Puskesmas belum bisa dilakukan.

"Kalau belum ada hasil bisa tutup lama, kasihan juga masyarakat kalau tutup lama tidak terlayani," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00