Tantangan Industri Rumah Sakit Di Masa Covid-19

Webinar bertajuk "Surviving The Covid-19, Preparing The Post - Healthcare Servicea Industry Perspective". (Foto: dok manajemen)

KBRN, Jakarta: Wabah penyakit akibat virus Corona yang tersebar hampir di seluruh penjuru Nusantara sejak awal Maret 2020 menjadi ajang pertarungan, khususnya bagi pelayanan kesehatan publik. Pandemi Covid-19 tidak saja menguji kekuatan finansial sejumlah rumah sakit yang bersatus negeri pun rumah sakit yang dikelola swasta, pandemi Covid-19 pun secara langsung menguji handal atau tidaknya sistem layanan kesehatan. 

Melalui Webinar bertajuk "Surviving The Covid-19, Preparing The Post - Healthcare Servicea Industry Perspective" yang diselenggarakan oleh MarkPlus, Inc., Ketua Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Moh Adib Khumaidi menilai secara kriteria, Siloam Hospitals Group merupakan rumah sakit swasta yang dinilai berhasil dan mampu melewati ujian pandemi Covid-19 secara finansial dan layanan kesehatan.

"Eksistensi, solid dan memiliki inovasi. Ketiga poin utama ini yang saya jabarkan dalam diskusi bagaimana industri kesehatan dapat terus berjalan ditengah problematika pandemi covid-19. Dan tiga hal ini dimiliki dan dijalankan Siloam Hospitals dengan baik saat menghadapi pandemi. Dasarnya adalah visi mempersiapkan layanan kesehatan, seperti yang disampaikan ibu Caroline Riady dalam sesi diskusi,” sebut Adib Khumaidi, Kamis (2/7/2020).

Ketua IDI ini menambahkan, tidak saja Covid-19, secara keseluruhan, Indonesia pun memiliki sejumlah tantangan dalam menghadapi penyakit lainnya yang hingga kini masih menjadi pekerjaan utama para petugas medis Indonesia, yaitu TBC, Diabebtes, HIV serta kemiskinan. 

Di kesempatan lainnya, pendiri MarkPlus, Hermawan Kartajaya turut memberikan apresiasi terhadap Siloam Hospitals Group dalam kesungguhannya dari sisi finansial saat menghadapi pandemi Covid19. 

“Karena dalam industri kesehatan, kekuatan finansial merupakan poin utama selain pelayanan. Siloam Hospitals Grup yang memiliki 39 unit rumah sakit, tetap bertahan dimasa Pandemi hingga new normal ini, tentu sebuah prestasi. Ada persiapan manajemen yang akurat yang bisa saya lihat dari pemaparan Bu Caroline Riady dalam diskusi,” kata Hermawan. 

Sebelumnya, sebagai pembicara pertama dalam sesi layanan rumah sakit pada tema industri kesehatan dimasa Pandemi Covid-19, Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, Caroline Riady memaparkan tentang bagaimana Siloam Hospitals Group menghadapi Wabah Corona sejak awal Maret 2020. 

Dilatarbelakangi visi memberikan pelayanan kesehatan kesehatan berdasarkan kasih guna ikut membangun pertumbuhan, pihak Siloam Hospitals tidak ragu menanamkan investasinya dengan landasan persiapan mutu manajemen yang akurat. 

"Kuncinya adalah melayani agar kembali sehat. Tantangannya adalah pelayanan dan ketahanan finansial. Dua hal ini kami kuatkan strateginya, yaitu secara internal kami mampu dan kuat lalu kami menentukan pemetaan secara menyeluruh guna untuk memberikan pelayanan baik pelayanan pada pasien Covid dan non Covid. Peningkatan inovasi secara teknologi dan fasilitas kami tingkatkan pula secara berimbang,” tutur Caroline Riady.

Siloam Hospitals Group merupakan kelompok rumah sakit milik PT Lippo Karawaci TBK yang hingga saat ini memiliki 39 unit rumah sakit dan melayani pelayanan kesehatan dipenjuru nusantara. 

Sejak virus Corona (SARS- CoV2) dinyatakan sebagai wabah (pandemi Covid-19) nasional sejak Maret 2020, Siloam Hospitals Group telah melayani lebih dari 1.900 pasien dengan tingkat kesembuhan 93% selain mengadakan layanan layanan Rapid Test secara berkala melalui layanan 'Drive Thru Rapid Test' dan turut membuka layanan telekonsultasi guna menerapkan sistem protokol kesehatan. 

Saat ini Siloam Hospital telah melakukan uji coba Swab lebih dari 20.000 dan pengadaan Rapid Test melalui metoda Tes Serologi terhadap masyarakat sebanyak 250.000 dan ikut mendonasikan ribuan Alat Pelindung Diri kepada sejumlah pihak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00