Cara Bersepeda yang Tepat untuk Kesehatan

Ilustrasi bersepeda (Dragon Images)

KBRN, Jakarta: Di situasi pandemi covid-19 ini olahraga memang sangat dianjurkan agar tubuh kita tetap terjaga dan bugar. olahraga dengan bersepeda nampaknya sekarang sedang menjadi trend.

Dari anak-anak, dewasa, sampai orang tua saat ini sedang hobi melakukan olahraga bersepeda ramai-ramai. Walaupun bersepeda, kamu harus tetap meperhatikan aspek keamanan lho. 

Untuk itu, kamu perlu tahu cara bersepeda yang tepat agar tubuhmu tetap sehat dan bugar. Berikut tips untukmu yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Lindungi kepala kamu dengan helm, pelindung siku dan lutut juga dubutuhkan disini. Karena seperti kita tau, di Indonesia tidak semua wilayah mempunyai jalur untuk pengguna sepeda. Maka akan berbahaya jika kamu tidak memakai alat keamanan pelindung diri.

2. Pilih Sepeda yang Tepat

Anda tentu tidak dapat memulai tanpa set roda yang bagus. Pastikan sepeda yang dipilih memang dapat dirancang untuk membantu Anda menavigasi jalur sepeda beraspal dan jalan-jalan kota.

Sama seperti memilih sepasang sepatu lari yang sempurna, Anda harus terlebih dahulu mengukur sepeda Anda. Selanjutnya, Anda perlu memilih sepeda yang sesuai dengan anggaran dan gaya berkendara Anda. Apakah Anda akan mencatat perjalanan di akhir pekan? Apakah Anda ingin menggunakan sepeda untuk berolahraga? Apakah Anda berencana untuk akhirnya melakukan perjalanan jarak jauh atau untuk balap?

3. Posisi Tubuh yang Baik

Bersepeda memang seru bagi sebagian orang, namun terkadang performa yang tak efisien dan tak seimbang juga menjadi masalah yang dihadapi pesepeda. Mungkin ada beberapa pesepeda yang merasa bahwa tubuhnya cepat lelah walaupun laju masih berada di rute yang sama. Ini tandanya ada yang kurang tepat pada posisi bersepeda Anda.

Posisi Kepala

Posisi kepala kita harus diupayakan pada posisi yang mengikuti alur tulang belakang yang terbentuk dari pungggung yang melengkung. Pandangan juga harus selalu diarahkan ke lintasan yang berada di depan kita dan fokuskan diri pada lintasan. Namun bukan lantas berarti kepala harus tegang karena tulang leher perlu diusahakan untuk selalu rileks.

Posisi Punggung

Posisi punggung juga penting untuk dibuat sesuai dengan kecepatan yang kita ambil. Tak hanya itu, posisi punggung juga perlu sesuai dengan rute yang kita lalui. Saat tanjakan atau dalam kecepatan tinggi, pastikan untuk punggung dalam posisi membungkuk, sementara ketika saat pada rute menurun, punggung bisa ditegakkan kembali karena ini lebih baik.

Posisi Bahu

Bahu juga sama seperti kepala di mana perlu untuk selalu mengikuti alur yang tangan serta punggung bentuk. Namun biasanya untuk posisi bahu yang benar, punggung akan terkena dampaknya dengan lebih tertekan. Jadi, kurangilah tekanan di bagian punggung dan upayakan untuk bahu juga selalu dalam kondisi yang santai dan tak tegang.

Posisi Tangan

Pada waktu bersepeda, tumpuan lengan dapat diletakkan pada tangkai pengait rem di mana tujuan dari posisi ini adalah supaya bahu serta punggung bisa berkurang. Telapak tangan bisa diposisikan di bagian genggaman atau handle rem. Pada kondisi ini, upayakan untuk selalu rileks tapi juga harus tetap dalam keadaan siaga sewaktu bersepeda.

Posisi Kaki

Posisi kaki perlu diperhatikan juga dengan pedal sepeda; kaki kita perlu untuk kita tekuk jika satu pedal ada di bawah. Saat otot pinggul mulai terasa agak tegang sewaktu mengayuh, periksa lebih dulu tingkat ketinggian pengaturan sadel sepeda. Apabila misalnya terlalu rendah, hal ini bisa mengakibatkan tumit terasa nyeri.

4.  Mengolah Otot

Bila kamu mendayung sepeda di jalan yang menanjak, kamu mungkin mengayuhnya dengan susah payah hingga berpeluh. Saat inilah asam laktat menumpuk di otot dan dapat berkontribusi terhadap timbulnya nyeri otot. Asam laktat sendiri merupakan hasil metabolisme karbohidrat yang diproduksi di sel otot.

Sebagai langkah pencegahan mengalami nyeri otot, tetaplah mengayuh sepeda ketika di jalan menurun, walaupun memang tanpa dikayuh pun sepeda dapat meluncur begitu saja. Nyatanya dengan mengayuh ringan terus-menerus saat di jalan menurun, kamu dapat membantu menghilangkan asam laktat.

5. Pastikan Sepedamu Sesuai Untukmu

Pastikan ukuran frame alias kerangka sepeda tepat untuk tubuhmu, kamu bisa mengangkangi sepeda dengan kakimu menapak rata dengan tanah.

Berikut adalah ciri-ciri ideal sepeda yang tepat untukmu.

Untuk sepeda umum, harus ada jarak 2,5-5 cm antara pangkal paha dengan top tube alias kerangka sepeda bagian atas yang menghubungkan setang dengan jok. Sedangkan untuk sepeda gunung, setidaknya ada jarak 5 cm antara pangkal paha dan top tube.

Ketika pedal berada di titik terendah dalam rotasi, idealnya posisi kakimu sedikit menekuk.

Tekuk sikumu sedikit saja sehingga kamu tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan setang.

Apa pun jenis dan gaya sepeda yang kamu pilih, entah itu sepeda fixed gear  maupun jenis sepeda lainnya, tetap saja bila frame tidak cocok denganmu, maka kamu bisa mengalami nyeri otot serta lebih rentan terjatuh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00