Corona Sebabkan Kerusakan Otak

Ilustrasi pasien corona (Foto: BBC)

KBRN, Jakarta: Sejumlah peneliti mengungkap bahwa corona jenis baru atau covid-19 dapat merusak otak dalam beberapa kasus yang sangat parah, selain kerusakan otak, corona juga dapat menyebabkan komplikasi penyakit seperti stroke, peradangan, dan psikosis.

Hasil itu berasal dari studi awal yang diadakan beberapa lembaga dan universitas ke sejumlah pasien corona seperti dilansir reuters pada Sabtu (27/6/2020).

"Ini merupakan gambaran penting mengenai komplikasi corona terkait otak pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Ini penting karena kami terus mengumpulkan informasi semacam ini untuk memahami sepenuhnya cara kerja virus," kata salah satu ketua riset, Sarah Pett, seorang profesor di University College London.

Hasil tersebut merupakan temuan pertama yang memberi gambaran mengenai bagaimana pengaruh corona terhadap sistem saraf. Mereka mengatakan bahwa penelitian dalam luas dan mendalam dibutuhkan demi mengetahui cara kerja corona dalam menyerang sistem saraf serta membantu menemukan vaksin yang tepat.

Kajian yang telah diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry, Kamis (25/6/2020), itu menunjukkan secara detail 125 kasus corona di Inggris. Data penelitian tersebut telah dikumpulkan sejak 2 April sampai 26 April. Periode itu merupakan saat kasus corona meningkat secara eksponensial di Inggris.

Stroke jadi komplikasi penyakit otak yang cukup umum ditemui pada penderita COVID-19. Sedikitnya, 77 pasien dari total 125 pasien COVID-19 mengalami stroke.

Dari 77 orang itu, sebagian besar pasien merupakan orang lanjut usia di atas 60 tahun. Sebagian besar stroke disebabkan oleh penyumbatan darah di otak, dikenal dengan stroke iskemik.

Kajian itu juga menemukan 39 pasien dari total 125 pasien menunjukkan tanda-tanda linglung atau perubahan pada tingkah laku yang mencerminkan perubahan kondisi mental atau pikiran seseorang. 

Dari 39 orang itu, sembilan di antaranya mengalami disfungsi atau kegagalan fungsi otak yang tidak spesifik atau dikenal dengan istilah ensefalopati. Sementara itu, tujuh di antaranya mengalami peradangan otak atau ensefalitis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00