Takikardia Pada Jantung, Begini Pencegahannya

Ilustrasi.jpg

KBRN, Jakarta: Detak jantung yang terlalu cepat bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan serius, yakni takikardia.

Takirkadia merupakan istilah medis untuk menunjukkan kondisi detak jantung yang lebih dari 100 detak per menit. Penyakit tersebut juga didiagnosa pada artis Jessica Iskandar.

Melansir dari beberapa sumber kesehatan, detak jantung normal orang dewasa umumnya berkisar 60 hingga 100 per menit.

Secara umum, detak jantung yang lebih rendah saat istirahat menunjukkan fungsi jantung yang lebih efisien dan kebugaran kardiovaskular yang lebih baik. 

Namun, detak jantung yang terlalu cepat bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal jantung, stroke, henti jantung mendadak, hingga kematian.

Jenis-jenis takikardia sendiri ada tiga jenis takikardia yang umum terjadi. Berikut jenis tersebut: 

1. Supraventricular 

Kondisi ini terjadi ketika detak jantung terlalu cepat yang diawali dari ruang bawah jantung (ventrikel). Hal ini disebabkan oleh sirkuit abnormal di jantung yang biasanya hadir saat lahir dan menciptakan lingkaran sinyal yang tumpang tindih. 

2. Ventrikel 

Kondisi ini terjadi ketika detak jantung yang cepat dimulai di ruang bawah jantung karena sinyal listrik di bagian tersebut menyala dengan cara yang salah. Hal ini menyebabkan jantung berdetak sangat kencang sehingga darah tidak bisa memasuki area tersebut dan dialirkan ke seluruh tubuh. 

3. Sinus Takikardia 

Kondisi ini terjadi ketika alat pacu jantung alami mengirimkan sinyal listrik lebih cepat dari biasanya. 

Sementara itu ada beberapa penyebab yang bisa memicu takikardia, antara lain olahraga terlalu berat, demam, stres, kecemasan, konsumsi obat tertentu.

Selain itu, takikardia juga bisa dipicu oleh anemia, tiroid yang terlalu aktif, dan kerusakan akibat serangan jantung atau gagal jantung. Selain itu, perokok aktif dan orang yang terlalu banyak mengonsumsi alkohol serta kafein juga berisiko tinggi mengalami takikardia supraventrikular. 

Takikardia jenis ventrikel biasanya terjadi karena masalah struktural jantung, seperti kardiomiopati dan ketidakseimbangan elektrolit. 

Sedangkan penderita takikardia jenis apa pun biasanya merasakan gejala berikut: 

>> Pusing 

>> Sesak napas 

>> Nyeri dada 

>> Alpitasi jantung 

>> Dalam kasus ekstrem, hal ini bisa menyebabkan kehilangan kesadaran atau serangan jantung. 

Beberapa takikardia juga biasanya tidak mengalami gejala khusus. Kondisi ini hanya bisa ditemukan selama pemeriksaan fisik atau tes pemantauan jantung yang disebut elektrokardiogram. 

Cara terbaik untuk mencegah takikardia adalah menjaga kesehatan jantung dan menghindari faktor risiko pemicu sakit jantung. Berikut caranya: 

1. Olahraga dan menjaga pola makan sehat

2. Menjaga berat badan ideal karena kelebihan berat badan bisa memicu penyakit jantung 

3. Menjaga tekananan darah dan kolesterol 

4. Hindari gaya hidup merokok 

5. Kurangi konsumsi alkohol dan kafein 

6. Kendalikan stres dengan melakukan relaksasi 

7. Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00