Mengenal Tes Serologi untuk Deteksi Covid-19

Seorang warga melakukan tes serologi (Foto: Istimewa)

KBRN, Malang: Sebagian masyarakat kini menggunakan metode tes cepat atau rapid test untuk mendeteksi keberadaan virus di dalam tubuh termasuk Covid-19. Namun selain rapid test, pemeriksaan serologi antibodi kini juga menjadi pilihan. 

Pemeriksaan serologi antibodi merupakan metode screening COVID-19, dengan hasil yang lebih cepat dan akurat dibandingkan dengan metode rapid test. Sebab tes ini dilakukan menggunakan sarana darah yang diuji menggunakan reagen khusus dan peralatan canggih. 

Di Kota Malang, Rumah Sakit Persada, Kota Malang, Jawa Timur telah meluncurkan tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis laboratorium. Berbeda dengan hasil rapid test yang berdasarkan pengamatan, hasil tes serikogi ini kuantitatif. 

“Kalau rapid test biasa hanya test yang kita lihat secara visual. Persepsi setiap orang bisa berbeda. Kalau serilogi hasilnya tes yang dibaca oleh alat dan berupa angka. Tingkat akurasinya mencapai 98 persen,” kata Direktur Persada Hospital, dr. David MMRS, Rabu (24/6/2020).

Layanan tes serologi di rumah sakit tersebut, sambung David, disediakan untuk menjawab  banyaknya permintaan masyarakat melakukan uji cepat deteksi Covid-19 di Persada Hospitals. “Kalau rapid test dalam kurun waktu 15 menit bisa diketahui hasilnya, sedangkan tes serologi ini butuh waktu 1x24 jam. Tetapi ke depan akan kami percepat supaya hasilnya bisa segera keluar,” ujarnya.

David mengungkapkan, harga tes serologi di Persada Hospital lebih murah dibanding rapid test yakni hanya Rp 129.000. “Dibandingkan rapid tst saat awal pandemi Covid dulu harganya bisa mencapai Rp 400 ribu, kalau serologi ini lebih murah yakni Rp 129 ribu,” ungkap dr. David.

Untuk diketahui, metode tes ini juga telah resmi digunakan oleh pemerintah Inggris dan Singapura. Karena pengerjaannya yang menggunakan instrumen robotik, sehingga akurasi pengerjaan dan deteksi antibodi lebih akurat serta objektif. “Sehingga bisa dipastikan bahwa tes ini dapat diandalkan untuk melacak potensi infeksi Covid-19,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00