Mampukah Obat Dexamethasone Pulihkan Pasien Corona?

Obat dexamethasone (Foto: BBC)

KBRN, Jakarta: Wabah pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19 sampai saat ini masih melanda seluruh dunia. Vaksinnya pun masih belum ditemukan. Namun, baru-baru ini tim peneliti vaksin dari Inggris mengumumkan obat dexamethasone dapat menjadi suatu terobosan dalam mengobati Covid-19. 

Apa itu dexamethasone?

Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid. Jenis obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi peradangan, gangguan pencernaan, dan asma. Dexamethasone juga digunakan dalam pengobatan beberapa jenis kanker. Cara kerja dexamethasone menyerupai hormon yang secara alamiah diproduksi oleh kelenjar adrenal. 

Kandungan steroid dalam obat ini dapat menurunkan sistem pertahanan tubuh sehingga gejala radang berangsur hilang. Dexamethasone merupakan obat yang hanya diresepkan oleh dokter. Pasalnya, dexamethasone dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti mual, sakit kepala, pusing, iritasi lambung, sakit perut, jerawat, sulit bernapas, penglihatan kabur, hingga sistem kekebalan tubuh menurun.

Obat ini tergolong murah dan dapat ditemukan dimanapun. Namun, pembelian obat dexamethasone secara bebas di apotek tetap membutuhkan resep dokter. 

Melansir laman BBC, pemerintah Inggris mengatakan telah memiliki obat ini dengan persediaan yang cukup untuk mengobati 200.000 pasien, sebagai antisipasi dari efek positif hasil penelitian. 

Biaya obat ini senilai £5.40  atau setara dengan Rp 93 ribu. Sementara di Indonesia sendiri, harga dexamethasone yang dijual di pasaran, yakni berada pada kisaran Rp 20-35 ribu per boks, yang berisi 200 butir obat tablet. 

Sebagai obat Covid-19, Efektifkah?

Dexamethasone katanya dapat membantu kesembuhan pasien Covid-19 dan mengurangi risiko kematian akibat corona. 

Diungkapkan oleh tim ilmuwan Inggris obat ini sebagai terobosan besar untuk menyelamatkan nyawa pasien Covid-19 yang mengalami gejala berat. 

Uji klinis sendiri telah dilakukan oleh tim dari Universitas Oxford pada 2.100 pasien yang dipilih secara acak dari sejumlah rumah sakit. Seluruh pasien tersebut diberikan dosis 6 miligram dexamethasone per hari selama 10 hari berturut-turut, baik diminum langsung ataupun melalui suntikan. 

Kemudian, peneliti membandingkan mereka dengan 4.300 pasien lain yang menjalani perawatan virus corona biasa tanpa pemberian obat dexamethasone. 

Ada tiga kondisi pasien Covid-19 yang dites dalam penelitian ini, yakni pasien yang menggunakan ventilator, pasien yang menggunakan tabung oksigen, dan pasien yang tidak memerlukan alat bantu pernapasan. 

Hasilnya, pemberian obat menimbulkan efek yang berbeda pada ketiga kondisi pasien. Bagi pasien Covid-19 yang menggunakan ventilator di rumah sakit, obat dexamethasone dapat mengurangi risiko kematian dari 40 persen menjadi 28 persen. Lalu, bagi pasien Covid-19 yang menggunakan tabung oksigen, dexamethasone dapat mengurangi risiko kematian dari 25 persen menjadi 20 persen. 

Berdasarkan hasil tersebut, pemberian obat dexamethasone dapat mengurangi risiko kematian dengan rasio 1:3 untuk pasien yang menggunakan ventilator, dan rasio 1:5 bagi mereka yang menggunakan tabung oksigen. 

Kemudian, pada pasien dengan gejala virus corona ringan yang tidak menggunakan ventilator dan tabung oksigen, tidak ada pengaruh apa pun. 

WHO menyambut baik terobosan ilmiah para ilmuwan Inggris atas penggunaan dexamethasone sebagai obat untuk menyelamatkan nyawa pasien virus corona dalam kondisi kritis. Berdasarkan keterangan dari para peneliti yang melakukan uji coba dexamethasone, pada pasien Covid-19 yang menggunakan ventilator di rumah sakit, terbukti dapat mengurangi jumlah kematian sebanyak sepertiganya. 

Sedangkan, pasien yang menggunakan tabung oksigen, jumlah kematian berkurang seperlimanya. Namun, WHO tetap mengingatkan bahwa temuan awal ini baru efektif pada pasien Covid-19 yang mengalami gejala berat, temuan ini belum terbukti efektif pada pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan, orang tanpa gejala, serta mencegah infeksi virus corona. 

Lebih lanjut, WHO mengatakan bahwa temuan ini masih membutuhkan penelitian uji klinis berskala besar untuk membuktikan efektivitas penggunaan obat dexamethasone untuk mengobati Covid-19. Nantinya, WHO akan bekerja sama dengan semua mitra untuk mengembangkan penelitian mengenai obat dan vaksin virus corona. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00