Kasus DBD di Tasikmalaya Tembus 1000

KBRN, Tasikmalaya : Di tengah pandemi virus corona saat ini, angka kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat meningkat tajam.

Catatan Dinas Kesehatan, hingga pertengahan tahun ini, jumlah kasusnya melebihi 500 kasus.

"11 diantaranya meninggal dunia. Jika dibandingkan tahun lalu dimana terdapat dua kematian, tahun ini jauh lebih tinggi," ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Abdullah Mubarok, kepada Radio Republik Indonesia RRI, Rabu (17/6/2020).

Abdullah mengatakan, jika pola kehidupan masyarakat tetap seperti ini, kasus DBD di akhir tahun diprediksi bisa mencapai 1.000 kasus, dengan angka kematian yang tinggi.

"Hasil kajian kami bersama ahli, jika masyarakat tidak mau menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kasusnya akan terus naik," jelas Abdullah.

Ia melanjutkan, sebaran kasus DBD di Kota Tasikmalaya terdapat di 10 kecamatan yang ada.

"Paling banyak di Kecamatan Kawalu," ungkapnya.

Maka dari itu Abdullah meminta, masyarakat meningkatkan PHBS, salah satunya dengan memberantas sarang nyamuk.

"Sebaiknya kegiatan dirumah saat ini, dimanfaatkan untuk membersihkan rumah, termasuk dari sarang nyamuk," ucapnya.

Dinas lanjut Abdullah, terus mengefektifkan kader Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), untuk mengawasi secara langsung perkembangan jentik nyamuk dilingkungan masyarakat.

"Kader ini bertugas terus mengingatkan masyarakat untuk selalu membersihkan lingkungan. Agar tidak ada jentik nyamuk," pungkas Abdullah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00