Banjarmasin Rawan Corona, Warga Rindu Taman Satwa

Melihat hewan Rusa di Taman Satwa Jahri Saleh, Kota Banjarmasin (Dok. RRI)

KBRN, Banjarmasin: Sejak ada status Tanggap Darurat Covid-19 di Banjarmasin, Taman Satwa di Jalan Jahri Saleh, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, tak lagi menerima kunjungan.

Meski begitu, keadaan taman dan satwanya tetap terawat dengan baik. Ada beberapa macam satwa asli endemik Kalimantan, di antaranya jenis reptil seperti buaya, musang, berbagai macam monyet, rusa, serta satwa lainnya.

Taman Satwa Banjarmasin menjadi destinasi wisata keluarga yang cukup diminati warga kota Seribu Sungai dan sekitarnya.

Tak heran sebelum ada Pandemi Covid-19, tempat itu selalu ramai dikunjungi ratujsan warga untuk menikmati akhir pekan.

Namun kondisinya saat ini sepi karena belum bisa dibuka untuk umum akibat pandemi yang melanda Kota Banjarmasin, dimana kasusnya sudah memprihatinkan.

Dari pantauan RRI di lapangan, Minggu (28/6/2020) sore, tak sedikit masyarakat yang ingin berkunjung namun terpaksa harus pulang karena tidak diizinkan masuk karena masih belum dibuka untuk umum.

Salah satu warga jalan veteran Banjarmasin Helda, yang mengaku kecewa belum dibukanya destinasi taman satwa Jahri Salah ini. Padahal iya sudah ingin sekali memperlihatkan kepada kedua buah hatinya sekaligus mengedukasi pengenalan Satwa.

"Kami sudah lama ingin kesini, eh ternyata masih tutup padahal sudah janji sama anak ank mau liat binatang di Taman Satwa," ungkapnya

Kekecewaan juga disakan Rahim warga sungai lulut yang harus balik kanan ketika sampai di muka gerbang masuk Taman Satwa karena tutup.

"Padahal pengen sekali anak anak saya melihat satwa disini," katanya.

Warga berharap pemerintah kota bisa segera memberikan kebijakan kepada Taman Satwa Jahri Saleh agar bisa buka dengan aturan protokol covid-19.

" Kami ngerti masih ada Corona , namun kalau dibuka segera dengan aturan yang dilakukan Pemkot kami siap mematuhi," tegasnya.

Sementara Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, saat ini Pemkot mengaku alasan belum dibukanya untuk sektor pariwisata kerana belum melaksanakan tatanan kehidupan baru.

"Masyarakat bersabar dulu sebab angka kasus covid-19 kita masih tinggi dibanjarmasin," terang Ibnu.

Hingga saat ini satus pendemi Covid-19 di kota ini belum bisa menerapkan tatanan kehidupan baru disebabkan beluum ada tanda tanda melandai ditambah angka kematian yang tinggi.

“Tapi kita masih memasuki tahap tanggap darurat Covid-19. Langkah awal untuk menuju kenormalan baru di kota ini,” jelasnya.

Sementara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, sedang membuat draf aturan protokol kesehatan untuk membuka kegiatan pariwisata di daerah dalam kondisi pandemi COVID-19.

Kepala Disbudpar Kota Banjarmasin Ikhsan Al-Haq di Banjarmasin,  mengungkapkan, pihaknya kini tengah menyelesaikan draf aturan protokol kesehatan atau protokol pencegahan penularan COVID-19 di sektor pariwisata menuju tatanan kehidupan baru.

"Lagi dibikin ini, kalau selesai boleh jadi kami lebih dulu dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," ujarnya.

Menurut dia, jika pun aturan pencegahan penularan covid-19 di sektor pariwisata menuju era tatanan kehidupan baru di Kota Banjarmasin ini akan dituangkan dalam Surat Keputusan Wali Kota.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00