Asa Nelayan Pulisan Era Normal Baru

Nelayan di kawasan Pantai Pulisan, Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Bobby/RRI)

KBRN, Manado: Sudah lebih dari 3 bulan Provinsi Sulawesi Utara mengalami pandemi Covid-19.

Hal tersebut berdampak pada berbagai sektor ekonomi termasuk dunia kepariwisataan di daerah ini. 

Di Salah satu wilayah pesisir yang cukup dikenal di Sulawesi Utara, yaitu Pantai Pulisan, Likupang, Minahasa Utara, nampak lengang. 

Hanya nampak beberapa nelayan yang sedang memperbaiki perahu. 

Rizal (41) salah seorang nelayan, menuturkan bahwa sebelum merebaknya virus Corona, dirinya bukan sekedar mencari ikan di laut saja.

Lebih dari itu, ia kerap melayani tamu baik dari dalam atau luar negeri, yang ingin berkeliling pantai menggunakan perahu.

"Sebelum Corona kalau lagi sepi pengunjung bisa meraup penghasilan Rp300 ribu perhari. Jika liburan atau hari Sabtu serta Minggu, bisa dapat Rp500 ribu," tutur Rizal kepada tim liputan RRI Manado, Sabtu (27/6/2020). 

Penutupan sementara Pantai Pulisan telah berdampak bagi perekonomian Rizal beserta rekan-rekannya sesama nelayan. Karena tambahan penghasilan mengantar tamu sudah tidak ada lagi. 

"Mau apalagi saya dan teman-teman harus mencari ikan di laut, kadang di jual tapi juga untuk kebutuhan di rumah," lanjutnya. 

Ketika disinggung bantuan yang diterima saat Covid-19 ini, Rizal mengatakan sempat menerima bantuan dari pemerintah berupa sembako. 

"Tapi kan tidak mungkin harus berharap pada bantuan pemerintah. Saya harus mencari usaha lain untuk menghidupi keluarga, seperti menjadi tukang," tandasnya.

Hal senada juga dikatakan Maria pedagang pisang goreng dan kopi hangat di sekitar pantai Pulisan.

Akibat merebaknya Covid-19, tidak ada lagi pengunjung yang datang, sehingga warung Maria pun sepi pembeli. 

"Pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan penutupan tempat wisata termasuk Pantai Pulisan. Kami sangat merugi karena penghasilan sangat bergantung dari penjualan makanan di sini," kata Maria.  

Baik Rizal maupun Maria berharap, dengan adanya era tatanan kehidupan baru atau normal baru dibarengi pembukaan kembali tempat-tempat wisata, menjadi kabar gembira.

Artinya, membuka peluang bagi Rizal dan Maria untuk kembali mendapatkan rejeki seperti sebelumnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00