Kawasan Rinjani Hingga KEK Mandalika akan Dibuka

Wisata Gunung Rinjani.jpg
Wisata alam Gunung Rinjani.jpg

KBRN, Mataram: Setelah dibukanya tiga gili di kabupaten Lombok Utara, kawasan wisata Rinjani, Pulau Moyo, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pun akan dibuka.

Kepala Dinas Pariwisata NTB L. Mohammad Faozal mengatakan, ada empat destinasi prioritas yang akan dibuka di tengah pandemi Covid-19.

"Empat destinasi prioritas kita itu pertama, tiga gili, kedua, nanti Rinjani menyusul, ketiga, kita akan coba Moyo tapi terbatas, kemudian yang keempat  Mandalika," kata Faozal, Selasa, (16/5/2020).

Faozal menjelaskan, empat destinasi prioritas tersebut akan dibuka secara bertahap. Sementara destinasi lainnya pemerintah belum ada mengeluarkan rekomendasi untuk dibuka. 

"Belum ada, kan kita by control semua mana destinasi yang buka," jelasnya.

"Selama ini kita belum ada yang mengeluarkan rekomendasi baik Provinsi maupun Kabupaten terkait dengan dibuka atau tidak dibukanya destinasi lain, tapi yang selama ini kita pegang adalah membuka secara bertahap pada empat destinasi prioritas kita dulu," imbuhnya.

Saat ini pemerintah sedang menyiapkan pembukaan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan SOP dan protokol pencegahan Covid-19. Faozal mengatakan, TNGR akan dibuka awal bulan Juli 2020 menunggu keputusan dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

"Persiapan berikutnya Rinjani karena pysical distancing dan sosial distancing di Rinjani kan jauh lebih bisa kita atur. Juli awal akan kita buka, menunggu keputusan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup," katanya.

Sementara untuk pembukaan Senggigi, Faozal mengatakan, pemerintah sedang melihat kesiapan dari industri yang ada disana bukan destinasinya. Untuk itu, Pemerintah saat ini sedang memastikan standar pelayanan dan SOP pencegahan Covid-19 supaya Senggigi dapat pulih kembali.

"Untuk Senggigi yang kita siapkan adalah melihat kesiapan industrinya bukan  destinasinya. Artinya bahwa Senggigi itu prioritasnya pada bagaimana kesiapan teman-teman di pengusaha baik itu hiburan malam maupun pengusaha hotel," kata Faozal.

Lebih lanjut, Faozal menegaskan, semua aktivitas yang akan dilakukan di destinasi wisata harus tetap memperhatian protokol pencegahan Covid-19. Menurutnya, penularan Covid-19 banyak terjadi di tempat-tempat keramaian. 

Ia mengimbau agar masyarakat tidak lengah terhadap penyebaran Covid-19 yang saat ini angkanya terus meningkat.

"Semua kegiatan di destinasi itu yang harus kita perhatikan adalah berlakunya protokol kesehatan, itu harus di utamakan jangan sampai kita buka-buka tapi kita lengah disitu karena level lima dan level enam dari penularan Covid ini berada di pusat-pusat hiburan, pusat keramaian," tegasnya.

Untuk itu pemerintah berupaya semaksimal mungkin dan sangat berhati-hati saat akan membuka destinasi tersebut. Karena jika ada kasus, Faozal mengatakan, akan sangat susah untuk melakukan pemulihan kembali.

"Kita sebenarnya sangat hati-hati, misal begitu ada kasus di gili maka merecover itu berat sekali, dari sisi promosinya doang. Dan kalau ada positif gili pasti kita tutup, makanya ini dijaga betul," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00