Pariwisata Indonesia Diyakini Pulih Lebih Cepat

KBRN, Jakarta: Sektor parwisata Indonesia diyakini dapat lebih cepat pulih sebagaimana beberapa studi menunjukkan kekhawatiran bahwa sektor pariwisata membutuhkan sekitar 5 tahun untuk kembali pada keadaan normal pasca pandemi COVID-19 ini. 

"Kami meyakini Indonesia bisa berbuat lebih baik dari itu asalkan diiringi dengan harmonisasi stakeholders. Momentum penutupan kawasan wisata akibat pandemi dapat dijadikan kesempatan evaluasi dan menata ulang tempat wisata," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2020).

Wishnutama menyatakan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta stakeholder terkait menyiapkan protokol, nantinya dapat diterapkan bagi industri pariwisata pasca pandemi usai.

“Protokol kesehatan hingga keamanan nantinya menjadi perhatian wisatawan. Kami terus bekerja keras untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menyiapkan protokol kesehatan, dalam rangka mempercepat pemulihan sektor pariwisata,” kata Wishnutama.

Untuk diketahui, sebelum pandemi COVID-19 dunia pariwisata sangat diminati dengan pertumbuhan internasional signifikan, tapi sekarang semuanya tiba-tiba berubah menjadi bencana global. 

Perkiraan organisasi internasional tepatnya Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menunjukkan, terjadi penurunan 45 persen pada kinerja sektor pariwisata internasional di tahun 2020. Jumlah tersebut diprediksi akan meningkat mencapai 70 persen jika pemulihan tertunda hingga September 2020.

Di Indonesia, sama seperti belahan dunia lainnya, hampir semua tujuan wisata, atraksi, dan fasilitasnya terhenti atau ditutup karena pandemi COVID-19. Begitu juga, ribuan hotel dan ratusan restoran, agen perjalanan sekarang ditutup. Ratusan pesawat hanya terpakir di landasan bandara sehingga jutaan pekerja sektor pariwisata terdampak.

(ilustrasi taman tirtagangga bali-foto istimewa) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00