Pariwisata Belitung Stagnan Akibat Covid-19

Pulau Lengkuas salah satu yang terbaik di Belitung dan incaran pelancong (Dok. Istimewa)

KBRN, Belitung : Merebaknya pandemi COVID-19 di Tanah Air, tak pelak membuat dunia pariwisata di Indonesia ikut merasakan dampaknya, tak terkecuali yang dirasakan sektor pariwisata di Kabupaten Belitung, yang saat ini bisa dikatakan sedang dalam keadaan terpuruk.

Padahal bila ditarik ke belakang sebelum merebaknya pandemi COVID-19, perkembangan dunia pariwisata di daerah ini cukup pesat dan mulai bisa berbicara banyak dalam persaingan menarik wisatawan untuk datang atau melancong.

Keadaan demikian sangat positif mengingat kompetitornya adalah daerah lain di Indonesia yang pariwisatanya sudah berkembang lebih dulu.

Kontribusi besar COVID-19 bagi keterpurukan pariwisata di Belitung, diakui oleh salah satu pengusaha dan pelaku kepariwisataan Kabupaten Belitung, Ayie yang disampaikan kepada RRI di Tanjungpandan.

Keindahan salah satu sudut Pantai Tanjung Kelayang, Belitung (Dok. Istimewa)

“Langsung dunia periwisata dan pelakunya yang kena pertama, karena kita pelaku wisata, kita travel, kita ekspedisi udara, penerbangan komersial dalam dan luar negeri lagi di stop juga. Sekarang stagnan, gak bisa ngapa-ngapain kita, termasuk masyarakat di Belitung yang banyak bergantung dengan dunia wisata ini,” ungkapnya, Rabu (13/5/2020).

Menurut Ayie, pemilik PT. Lotus Belitung Mandiri yang bergerak dalam bisnis wisata, travel dan ekspedisi udara itu, situasi seperti ini adalah hal yang sebelumnya tak terbayangkan bisa terjadi.

“Jadi dampak COVID-19 ini adalah hal terburuk yang kami rasakan. Kami pernah mengalami resesi, kami mengalami perubahan sistem dari manual ke online, itu semua masih bisa kita atasi. Tapi COVID-19 ini kita nyerah, berhenti total," sambung Ayie.

Lebih lanjut ditambahkannya, untuk memulihkan nadi pariwisata di Belitung ini, harus dimulai dengan mengatasi wabah Corona ini bersama-sama, baik itu dengan pemerintah, masyarakat dan pelaku pariwisata dan bidang lainnya.

Hanya dengan cara itulah keadaan dinilai bisa normal kembali, diikuti kebangkitan kembali sektor pariwisata khususnya di Belitung.

“Kita mesti bekerja cepat untuk mengatasi dan berperang dengan situasi ini, karena jika tidak kita selesaikan bersama-sama, kita akan bangkrut dengan sendirinya. Kalau pandemi ini selesai berarti ekonomi Indonesia, ekonomi Belitung, akan pulih, semua sektor bisa bangkit, terlebih dunia pariwisata yang memang sangat diandalkan di Belitung," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00