Gedung Sarinah Dipugar, Nilai Sejarah Jadi Perhatian

KBRN, Jakarta: Renovasi dilakukan terhadap Gedung Sarinah Jakarta diminta tetap memperhatikan nilai-nilai sejarahnya, mengingat gedung itu dinilai berpotensi sebagai kawasan cagar budaya.

"Kalau sudah diusulkan itu dalam undang-undang namanya diduga cagar budaya. Kalau sudah diduga berarti perlakuannya nyaris sama dengan hampir diputuskan. Ya itu aturan Undang undang," kata Ketua Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta Bambang Eryudhawa, dalam keterangannya, Selasa (11/5/2020). 

Bambang menyatakan, keputusan model konstruksi Gedung Sarinah ke depan sepenuhnya ada pada Gubernur DKI Jakarta. Nasib gedung ini, lanjutnya, akan terlihat ketika pelaksana renovasi gedung ini mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Feeling saya gini pada saat renovasi dia kan butuh IMB ya. kan negara yang ngatur semua bangunan pake imb. Kalau bangunan negara harus pake IMB, jadi kemungkinan mereka akan mengajukan IMB. Nah pas ngajuin IMB kan datangnya PTSP. Saya berharap nanti diarahkan sidang di pemugaran," jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan, terkait pengajuan renovasi hingga kini belum ada satupun pengembang yang mengajukan dokumen pada pihaknya. Termasuk desain baru gedung yang akan mulai dilakukan konstruksi renovasinya pada bulan depan.

"Belum ada tanda-tanda. Kalau sekarang kan sidangnya online nih. Saya baru lihat di Facebook indikasi pemohonnya dari Sarinah belum ada. Kalau sudah (pasti) dikirim," ujarnya.

"Kita dukung tapi bagaimana menyisakan atau memastikan aspek-aspek keunggulan Sarinah pada tahun 60an itu tetap terjaga, ke masa yang akan datang. Karena tidak murni jalan sendiri yang baru tapi bawa aspe-aspek lama dapat dikombinasi," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa menyatakan, ingin mengembalikan kejayaan Sarinah pada masa keemasannya. Artinya, gambaran Sarinah lebih pada tampilan aslinya dengan sentuhan berbeda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00