Pariwisata Bali Lumpuh Belum Ada Solusi

Spanduk penutupan kawasan sementara terpasang di kawasan wisata Pantai Jimbaran, Badung, Bali (Ant/Fikri Yusuf)

KBRN, Denpasar : Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan sektor pariwisata Bali. Okupansi hotel saat ini berada di angka nol persen ke bawah.

Pengamat sekaligus praktisi pariwisata Bali Wayan Puspanegara saat dihubungi RRI Selasa, (12/5/2020) mengatakan, sekarang merupakan kondisi terburuk pariwisata Bali sepanjang sejarah.

Karyawan hotel dengan status kontrak sebagian besar kena PHK, sedangkan sejumlah karyawan tetap , memang masih digaji namun menyesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

Puspanegara meminta pemerintah segera memberikan bantuan langsung bagi mereka yang terdampak Covid-19, mengingat pelaku pariwisata selama ini  telah menjadi pahlawan devisa.

“Sarana prasarana kepariwisataan dan destinasi tidak tumbuh sama sekali. Ini kondisi terburuk pariwisata sepanjang sejarah. Saya berharap pemerintah membantu mereka yang terdampak langsung. BLT itu semestinya tidah hanya diperuntukkan bagi RTS saja, tetapi harus menyasar mereka-mereka yang memang terdampak Covid-19 seperti karyawan yang di PHK, ataupun mereka yang kini tidak punya penghasilan”, ujarnya.

Praktisi pariwisata Bali itu juga menyoroti soal pendataan penerima Kartu Pra Kerja yang dilakukan secara online dirasakannya kurang efektif karena tidak semua orang melek teknologi.

Semestinya pendataan dapat dipermudah dengan mengumpulkan data perusahaan hotel ataupun restoran yang karyawannya telah di-PHK. Sementara untuk pengusaha mikro dibidang pariwisata, dapat didata melalui Disnaker di masing-masing wilayah, sehingga tidak rumit.

Ditempat terpisah, pengusaha travel Jero Budiasih mengaku sejak Maret lalu usahanya telah berhenti beroperasi.

“Kita terakhir bekerja pada bulan Maret sebelum Nyepi, setelah Nyepi total tidka ada bekerja sama sekali. Itu dampaknya dari segi ekonomi sudha pasti, dan sekarang bahkan sudah memasuki dampak psikis,” ungkapnya.

Jero Budiasih mengatakan untuk mengisi waktu di tengah pandemi kesibukan saat ini hanya berolahraga dan melaksanakan pekerjaan rumah tangga. Sementara beberapa rekannya juga ada yang beralih profesi berjualan kuliner online untuk bertahan hidup.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00