Tidak Ada Tradisi Padusan di Pantai Sambut Ramadhan

KBRN, Yogyakarta : Ada suasana yang berbeda, menyambut bulan puasa tahun ini. Jika biasanya, tradisi padusan yaitu mandi sehari sebelum Ramadhan ramai-ramai dilakukan masyarakat, salah satunya di kawasan pantai, maka seiring terjadinya Pandemi Covid-19, hal itu ditiadakan.

Melalui sebuah pengumuman resmi di akun media sosial instagram, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul meniadakan tradisi tersebut. Mereka meminta masyarakat, agar memaklumi, terkait wabah corona yang saat ini tengah terjadi.

”Njih (Iya, red) mas (pengumuman itu betul, red), kebetulan kan obyek wisata pantai tutup, sesuai surat edaran dari Sekda” kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo, Kamis (23/4/2020).

Meski sudah menyampaikan pengumuman resmi, tetapi langkah antisipasi tetap dilakukan, andaikata ada masyarakat yang tetap nekat mandi di kawasan pantai. Dinas Pariwisata kata dia, sudah menyiapkan personel gabungan, untuk menindak tegas jika ada wisatawan yang datang tiba-tiba.

”Tim gabungan direncanakan dari Dispar, Gugus Tugas Covid Desa Parangtritis, Satpol PP, Dishub, Kepolisian dan TNI,” imbuhnya.

Saat ini, seluruh pengelola obyek wisata di wilayah Kabupaten Bantul, sudah diminta memperpanjang penutupan sementara destinasi yang ada, hingga tanggal 30 April mendatang. Ini sesuai isi Surat Edaran Resmi Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Helmi Jamharis, yang dikeluarkan tanggal 31 Maret lalu.

Demi mencegah resiko meluasnya penularan Virus Corona, Helmi yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, meminta agar pintu-pintu masuk di obyek wisata, dipasang papan pengumuman yang memberitahukan adanya penutupan sementara.

”Pengelola destinasi agar melarang pengunjung yang ingin datang, termasuk berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk melaksanakan surat edaran,” kata Sekda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00