Tradisi Meugang, Budaya Berbagi Rakyat Aceh Jelang Ramadhan

KBRN, Banda Aceh : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menyalurkan daging meugang dan sembako untuk 166 dhuafa dan anak yatim di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabu (22/4/2020).

Untuk diketahui, Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu oleh masyarakat Aceh, Indonesia. Meugang atau Makmeugang adalah tradisi menyembelih kurban berupa kambing atau sapi dan dilaksanakan setahun tiga kali, yakni Ramadhan, Idul Adha, dan Idul Fitri.

Bantuan tersebut juga merupakan bentuk kepedulian Kanwil Kemenag Aceh terhadap kaum dhuafa di Aceh dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan sekaligus untuk meringankan beban masyarakat Aceh di tengah wabah Covid-19.

Bantuan yang disalurkan berupa, beras 5 kilogram, telur 1 papan, minyak goreng kemasan 2 liter, gula 2 kilogram, 1 buah baju kaos dan masker.

Selain daging dan sembako, Kanwil Kemenag Aceh juga memberikan bantuan pendidikan bagi anak yatim piatu berupa uang tunai. 

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Saifuddin SE mengatakan, di tengah Covid-19, Kanwil Kemenag Aceh ingin turut serta meringankan beban masyarakat menghadapi meugang dan bulan Ramadhan.

Ia menjelaskan, pada meugang kali ini, Kemenag Aceh mengalihkan daging meugang yang sejatinya untuk para ASN kepada kaum dhuafa dan yatim piatu.

"Di tengah pandemi seperti saat ini, kita ingin masyarakat terbantu dengan bantuan seadanya dari kita. Kita ingin saudara-saudara kita ikut merasakan kebahagiaan dalam menyambut bulan suci ini," kata Saifuddin.

Menurutnya, daging meugang dan sembako tersebut merupakan bantuan dari para ASN dan para dermawan.

"Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin," katanya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan dari Kanwil Kemenag Aceh, Sriyana (38 tahun) warga Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh merasa bahagia atas bantuan daging, sembako dan dana pendidikan dari Kemenag Aceh. 

Sriyana merupakan seorang janda yang saat ini mengasuh 2 keponakannya yang yatim piatu. Dua keponakannya, Fadiya Annisa masih berusia 4,5 tahun dan

Farah Widya berusia 13 tahun, siswi kelas 2  SMP 3 Neusu.

Ia bersama keponakan dan adiknya saat ini tinggal di rumah peninggalan orang tuanya.

"Terima kasih untuk Kanwil Kemenag Aceh atas bantuannya," ujarnya.

Sriana hanya seorang ibu ruma tangga, sementara adiknya bekerja serabutan. 

Ia mengaku, banyak mendapat bantuan dari masyarakat untuk kehidupan sehari-hari.

"Kalau ada yang kasih sedekah itu yang kami makan," kata Sriyana.

Sekretaris Desa Ateuk Jawo, Munawar, turut mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag Aceh. Menurutnya, bantuan yang diserahkan Kanwil Kemenag Aceh sangat bermanfaat bagi warganya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Kemenag Aceh. Harapan kami ke depan semoga Kanwil juga  banyak lagi membantu warga fakir miskin dan anak yatim," kata Munawar.

DWP Kemenag Aceh Salurkan Bantuan untuk Dhuafa

Sementara itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Provinsi Aceh  menyalurkan daging meugang dan sembako untuk kaum dhuafa di Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabu 22 April 2020.

Wakil Ketua DWP Kemenag Aceh Yasmaidar Ny. Saifuddin mengatakan, ada 102 paket yang disalurkan oleh DWP Kemenag Aceh untuk fakir miskin di kawasan Ladong, Aceh Besar dan Gampong Jawa, Banda Aceh.

Bantuan tersebut disalurkan di setiap rumah dhuafa yang dilewati DWP Kemenag Aceh di dua kawasan tersebut.

Bantuan yang  disalurkan berupa, beras 5 kilogram, telur 1 papan, minyak goreng kemasan 2 liter, gula 2 kilogram, 1 buah baju kaos dan masker. 

Yasmaidar mengatakan, kegiatan ini untuk membantu meringankan kaum dhuafa di Aceh yang terdampak wabah Corona serta dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Kegiatan serupa pernah dilaksanakan dua tahun sebelumnya. 

"Bantuan ini kita salurkan untuk fakir miskin dan anak yatim. Dua tahun yang lalu juga pernah dilaksanakan," katanya.

Sementara itu, salah satu penerima, Hazawiyah, warga Ladong mengaku bahagia atas bantuan yang diberikan DWP Kemenag Aceh.

Menurutnya, keluarganya belum pernah menerima bantuan seperti ini.

"Alhamdulillah sudah dapat. Sebelumnya belum pernah menerima bantuan seperti ini," kata Hazawiyah.

Ia mengatakan, saat ini belum membeli daging meugang yang sudah menjadi tradisi masyarakat Aceh jelang Ramadhan.

"Alhamdulillah ada bantuan. Semoga dimudahkan rezeki bagi yang memberikan bantuan kepada kami," kata Hazawiyah.

Sebagai informasi, ada 166 paket sembako dan daging meugang yang disalurkan Kanwil Kemenag Aceh pada meugang tahun ini. 102 paket di antaranya disalurkan oleh DWP Kemenag Aceh. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00