Bupati Demak Dorong Generasi Milineal Lestarikan Kebudayaan Grebeg Besar

KBRN,  Demak : Kebudayaan Grebeg Besar merupakan ikon utama kabupaten Demak yang puncaknya dilakukan setiap hari raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah di Pendopo Kabupaten Demak, Minggu (11/8/2019). 

Adapun berbagai ragam kegiatan tahunan ini dilakukan selama 3 hari menjelang hari Raya Idul Adha,  diantaranya dibuka kegiatan Khataman qur'an, Ziarah ke makam Sultan Fatah dan Sunan Kalijaga, Grebeg Besar,  Pemberangkatan tumpeng sembilan, Pengajian, sholat Idul Adha dan iring-iringan prajurit Patang Puluhan. 

"Kegiatan Grebek besar dimeriahkan dengan karnaval kirap budaya yang dimulai dari Pendopo Kabupaten Demak hingga ke makam Sunan Kalijaga atau yang terletak di Desa Kadilangu. Adapun tradisi budaya tersebut dibuka dengan kegiatan khataman qur'an yg diikuti oleh masyarakat dan diakhiri pengajian bersama, untuk mensyukuri kenikmatan yang diberikan sang pencipta. Selain itu, tradisi grebeg besar ini juga merupakan jalinan silaturahmi, kebersamaan dan guyub rukun masyarakat Kabupaten Demak tetap bersatu dan tidak luntur dalam budaya yang dilakukan para sesepuh," kata Bupati Kabupaten Demak, H.M Natsir.

Sebuah kebudayaan tradisi Grebek Besar sebagai salah satu bentuk dalam menguri-uri budaya Jawa yang terus ditanamkan sejak dini. Selain itu, Kebudayaan Jawa terus dikembangkan dan dilestarikan kepada masyarakat khususnya generasi muda. 

"Kebudayaan jawa harus dikembangkan, digali dan disesuaikan dengan mengikuti perkembangan zaman. Dengan hal ini,  pihaknya terus melakukan edukasi kepada generasi muda untuk tetap cinta, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya di Kabupaten Demak. Dalam kegiatan ini juga dilakukan sebuah pasar rakyat dan pasar malam yang dipusatkan di terminal pariwisata Goboindah Demak,"ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00