Pacuan Kuda Diharapkan Bebas dari Pelanggaran Syari’at Islam

KBRN, Redelong : Pacuan kuda tradisional gayo dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kabupaten Bener Meriah ke – 15 berlangsung pada 7 – 13 Januari 2019 di lapangan pacuan kuda Sengeda, kecamatan Bukit.

Pelaksaan Tugas (Plt) bupati Bener Meriah T Sarkawi berharap kepada seluruh elemen untuk saling menjaga serta menghindari berbagai bentuk pelanggaran syari’at islam diarena pacuan kuda.

“Wisata Bener Meriah akan tetap kita bingkai dengan syar’at islam termasku pacuan kuda ini. Insyaallah seua yang hadir para peserta, masyarakat sepakat untuk menghindari udi, menghindari maksiat, menghindari minuman keras. Ini komitmen kita bersama untuk menjaga Bener Meriah bersyari’at," kata Sarkawi, Senin (7/1/2019).

Selama berlangsungnya event pacuan kuda paniti juga mendirikan posko penegakan qanun syari’at islam. Selain itu juga disediakan sarana ibadah diareal lapangan pavuan kuda tersebut.

Ditambahkan Sarkawi, pacuan kuda juga diharapakan dapat menumbuhkan industri kreatif  di daerah itu , mengingat saat event tersebut berlangsung tidak hanya masyarakat dari kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah juga turut disaksikan pengunjung dari berbagai daerah di propinsi Aceh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00