Sambangi LPP RRI Ranai BPJS Kesehatan Natuna Beri Sosialisasi

KBRN,Ranai: Ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, merupakan  tindak lanjut Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020 yang membatalkan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019.

Salah satu tugas dari BPJS Kesehatan selaku penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berhubungan langsung dengan peserta adalah mensosialisasikan   informasi dan kebijakan terbaru terkait JKN-KIS. Oleh karena itu BPJS Kesehatan Cabang Natuna  menggelar sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 kepada  Pegawai  Lembaga Penyiaran Puplik LPP RRI Ranai  , Rabu (24/06/2020).

“Penyesuaian besaran iuran JKN-KIS dilakukan demi keberlangsungan layanan kesehatan bagi masyarakat kecil terutama pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan untuk penyesuaian telah terjadi sejak bulan April 2020,” Jelas Kepala BPJS Kesehatan Natuna  Israd Akbar.

Dalam sosialisasi tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Natuna  juga menyampaikan penyesuaian iuran segmen lainnya yaitu pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Semoga dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020  tidak akan mempengaruhi kesadaran dari Badan Usaha Swata akan pentingnya iuran JKN-KIS,” Ungkap Kepala Bpjs Kesehatan Natuna tersebut.

Israd juga  menyampaikan sebagai upaya dalam mendukung tanggap Covid-19, pada tahun 2020 peserta yang menunggak dapat mengaktifkan kepesertaannya kembali dengan hanya melunasi tunggakan selama paling banyak 6 bulan dan apabila masih ada sisa tunggakan akan diberi kelonggaran pelunasan sampai dengan tahun 2021, agar kepesertaan tetap aktif.

“Untuk tahun 2021 dan tahun selanjutnya, pengaktifan kepesertaan kembali pada ketentuan yang berlaku,” pungkas Israd.

Sementara itu Kepala Stasiun LPP Ranai  Drs. Apral Miswirawan dalam sambutannya   mengawali kegiatan sosialisasi BPJS Kesehatan berharap peserta , terutama karyawan dan karyawati yang hadir memahami terkait pemtongan iuran untuk BPJS kesehatan dan tidak ada lagi  keluhan kemudian hari.

'' Saya harap semua karyawan dan karyawati paham  terutama terkait pemotongan penghasilan untuk iuran BPJS Kesehatan dan melalui  sosialisasi ini kedepan tidak ada lagi keluhan  dari pegawai semua sudah jelas pemotongan peraturan yang diberlakukan oleh BPJS'',Jelas Apral dengan tegas.

Kegiatan sosialiasi BPJS Kesehatan yang berlansung diLPP RRI Ranai Rabu siang tersebut   Juga ditutup dengan Permain Game Online untuk menghibur Peserta yang Hadir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00