Amalan dan Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

KBRN, Jakarta: Setiap bulan Ramadhan, Allah menurunkan malam istimewa yang mana kemuliaan malam itu digambarkan lebih baik dari 1000 bulan, malam inilah yang dinamakan malam Lailatur Qadar.

Lailatulqadar ini adalah malam ketika Al Quran diturunkan dari Lauh Al-Mahfuz ke Baitul Izzah atau langit dunia. 

Dilansir dari laman NU Online (5/5/21), Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk mencari malam Lailatulqadar dan mengisinya dengan ibadah. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Aisyah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: 

"Carilah Lailatulqadar itu pada tanggal ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadan," (H.R. Bukhari).

Malam Lailatur Qodar adalah malam yang ada dalam 10 hari terakhir dalam bulan Ramadhan.

Berdasarkan pada petunjuk Nabi Muhammad SAW tersebut, malam Lailatulqadar akan jatuh pada malam-malam ganjil akhir bulan Ramadan, yaitu tanggal 21, 23, 25, 27 atau 29 Ramadan 1442 H.

Jika dilihat dari penanggalan masehi, maka malam Lailatulqadar akan jatuh pada salah satu di antara malam 3, 5, 7, 9, atau 11 Mei 2021. Namun tidak ada yang tahu pasti kapan malam Lailatulqadar terjadi.

Karena tidak dapat dipastikan kapan malam Lailatul Qadar, lebih baik kenali beberapa tandanya berikut ini yang diungkap HR Imam Muslim dan HR Imam Ahmad. 

1. Pada hari itu Matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk.

2. Pada malam harinya langit tampak bersih, tidak tampak awan sedikit pun. Suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas.

Dalam Mu'jam at- Thabari al-Kabir disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda pernah mengungkap tanda malam Lailatul Qadar. 

"Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas."

Amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk mendapat malam lailatulqadar ini adalah memperbanyak bacaan Al-Quran, melakukan zikir, serta membaca doa-doa yang disunahkan pada tempat atau waktu yang mulia. 

Terkait doa ini, dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar. "Kami riwayatkan dari sanad yang sahih dalam kitab al-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan lain-lain bahwa Aisyah pernah berkata;

"Wahai Rasulullah, andaikan aku mengetahui lailatul qadar, apa yang bagus aku baca?" 

Rasulullah menjawab, "Bacalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ .

Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya Engakau Dzat Maha Pengampun, dan menyukai memberikan pengampunan kepada hamban-Nya, maka ampunilah kesalahanku.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00