Buya Hamka: Zikir, Menyebut dan Mengingat Allah

KBRN, Jakarta: Melalui kuliah subuh yang disampaikan Alm. Ust Buya Hamka melalui siaran RRI pada hari Kamis (22/4/21), beliau menyampaikan kajian yang bertemakan zikir.

Buya Hamka mengatakan bahwa zikir merupakan usaha membersihkan diri sendiri dari segala dosa dan perbuatan buruk manusia. 

Beliau memaknai zikir, yaitu ingat kepada Allah, atau dzikir bisa diartikan menyebut dan mengingat Allah. 

"Sebutlah dan ingat Allah sebanyak-banyaknya. Menyebut nama tuhan, bisa menambahkan tingkat kecintaan hambanya kepada tuhan," ujarnya.

Penyebutan nama tuhan dan mengingat tuhan itu adalah bentuk dari dzikir.  Bagi orang Sufi, dzikir menjadi tiang dari kehidupan.

Alm Ust Buya Hamka mengatakan Imam Ghozali pernah menyebutkan bahwa dzikir yang terbaik adalah ketika manusia banyak mengingat Allah sehingga manusia tidak ingat lagi kepada dirinya.

Hal tersebut dinilai oleh para ahli tasawuf dengan sebutan 'fana' (hilang diri yang nyata).

Logikanya adalah jika kita ingat sesuatu sangat mendalam, maka kita akan lupa dengan hal lain.

Beliau memberi contoh, jika kita sedang memikirkan sesuatu urusan yang penting dan kita diajak berbicara dengan orang lain, maka kita hanya mengingat apa yang kita pikirkan dan lupa dengan apa yang orang lain bicarakan kepada kita.

Oleh karena itu, fenomena zikir sampai manusia mencapai titik 'fana' ini sangat mungkin terjadi dalam kehidupan seseorang yang selalu ingat dan cinta kepada Allah SWT.

Dapat kita pahami, semakin cinta hambanya kepada Allah, maka akan makin sering mereka menginat Allah.

Ketika saking cintanya kepada Allah, manusia akan melupakan dirinya sendiri. Tiadak ada yang diingat kecuali Allah, bahkan dirinya sendiri.

Cinta kepada Allah bukan membuat manusia menjadi buta, tetapi menjadi penerang jalan yang mencintainya.

Iman dan takwa bisa bertambah seiring dengan bertambah besarnya cinta hamba kepada Allah dan Allah bisa mengeluarkan hambanya dari kegelapan menjadi terang benderang.

Kesimpulannya, dengan terus menyebut nama Allah, kita akan terus mengingat Allah. Jika kita selalu mengingat Allah, akan meningkatkan rasa cinta kita kepada Allah. Ketika kita semakin cinta kepada Allah, iman dan takwa kita akan bertambah.

Jika manusia hanya mengingat dirinya sendiri, tetapi tidak mengingat tuhan, maka hidupnya tidak akan berarti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00