Buya Hamka: Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 258

KBRN, Jakarta: Siaran kuliah Subuh Alm. Ust Buya Hamka di RRI pada hari Senin (19/4/21) menyampaikan ceramah yang bertemakan kajian tafsir surat Al-Baqarah bagian akhir.

Beliau menyampaikan tafsir surat Al-Baqarah ayat 258, "Tidak kah kau liat orang yang berdebat dengan Ibrahim tentang tuhannya, bahwa sesungguhnya tuhan telah memberikan mu (Raja Namrud) kekuasaan dan kerajaan. Dan ia sombong dengannya."

Kekuasaan itu membuatnya merasa bisa menjadi Tuhan menyaingi Allah. Kekuasaan memang seringkali menjadikan orang lupa diri dan Tuhannya. Kekuasaan itu seharusnya disyukuri, tetapi dengan angkuh ia malah bertanya kepada Ibrahim, "Siapa Tuhanmu?"

"Ibrahim berkata, 'Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan."

"Orang itu membantah, 'Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.  Ibrahim berkata, 'Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.' Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim."

Buya Hamka mencontohkan dengan ayat ini keadaan dan sifat keangkuhan raja Namrud dari Babilonia, ketika berhadapan dengan Nabi Ibrahim sebagai rasul Allah. 

Raja Namrud telah dikaruniai Allah kekuasaan dan kerajaan yang besar, tetapi dia tidak bersyukur atas nikmat tersebut, bahkan menjadi seorang yang ingkar dan zalim. 

Rahmat Allah yang seharusnya digunakannya untuk menaati Allah, digunakannya untuk mendurhakai-Nya, dengan melakukan perbuatan yang tidak diridai-Nya.

Namrud yang telah mengabdi kepada setan sebagai pemimpin dan pelindungnya itu, dengan sikap congkak berkata menentang Nabi Ibrahim, "Siapakah Tuhanmu yang kamu serukan agar kami beriman kepadanya?" 

Ibrahim menjawab, "Tuhanku adalah Allah yang kuasa menciptakan makhluk yang semula tidak ada, atau menghidupkan orang yang tadinya sudah mati". 

Maka Namrud menjawab, "Kalau begitu, aku pun dapat pula menghidupkan dan mematikan." Maksudnya, membiarkan hidup atau tidak membunuh seseorang yang seharusnya dia bunuh; dan dia sanggup mematikan seseorang, yaitu dengan membunuhnya.

Sedang yang dimaksudkan oleh Ibrahim ialah bahwa Allah swt menciptakan makhluk hidup yang tadinya belum ada, yaitu dengan menciptakan tulang-tulang, daging dan darah, lalu meniupkan roh ke dalamnya, atau dari makhluk yang telah mati, kemudian Allah mengembalikannya menjadi hidup; pada Hari Kebangkitan kelak. 

Allah kuasa pula mematikan makhluk yang hidup, tidak dengan membunuhnya seperti yang dilakukan oleh manusia, melainkan dengan mengeluarkan roh makhluk tersebut dengan datangnya ajal atau dengan terjadinya hari kiamat kelak. 

Maka jawaban Namrud yang disebutkan dalam ayat ini adalah olok-olokan belaka, tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Nabi Ibrahim a.s.

Oleh karena jawaban Namrud itu tidak ada nilainya, maka Nabi Ibrahim tidak mengindahkan jawaban itu. Lalu dia berkata, "Tuhanku (Allah) kuasa menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah olehmu matahari itu dari barat." Namrud tidak dapat menjawab. Sebab itu dia bungkam, tidak berkutik.

Di sini dapat dilihat perbedaan antara Nabi Ibrahim dan Namrud. Nabi Ibrahim sebagai rasul Allah yang beriman dan taat kepada-Nya, senantiasa memperoleh petunjuk-Nya, sehingga dia tidak kehilangan akal dan dalil dalam perdebatan itu, bahkan dalilnya yang terakhir tentang bukti kekuasaan Allah dapat membungkam raja Namrud. 

Sebaliknya Raja Namrud yang ingkar dan durhaka kepada Allah, benar-benar tidak mendapat petunjuk-Nya, sehingga dia kalah dan tidak dapat berkutik lagi untuk menjawab tantangan Nabi Ibrahim. Itulah akibat orang yang mengambil setan sebagai pemimpin dan pelindung mereka.

Intinya, seluruh manusia tidak ada yang dapat menandingi kekuasaan Allah, baik raja maupun manusia lainnya. Manusia hanya bisa berikhtiar, tetapi seluruh kekuasaan pasti ada di tangan Allah SWT. Manusia juga tidak bisa menghidupkan dan mematikan sesuatu.

Buya Hamka menekankan bahwa manusia tidak boleh angkuh dan tidak pantas untuk itu. Beliau mencontohkannya dengan kisah nabi Ibrahim dan Raja Namrud seberti tafsir surat Al-Baqarah ayat 258 di atas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00