Buya Hamka: Berpegang Teguh Pada Iman

kuliah_subuh_alm_ust_buya_hamka.jpg

KBRN, Jakarta: Alm. Ust Buya Hamka menyampaikan warisan ilmu yang bermanfaat melalui kuliah subuhnya yang diabadikan RRI tahun 1980-an dengan tema Berpegang teguh pada iman. 

Dalam kuliah subuh tersebut, Buya hamka mengatakan bahwa "Allah adalah Pemimpin bagi orang-orang yang beriman."

"Allah akan menjamin bagi orang-orang yang beriman mengeluarkan mereka dari keadaan gelap gulita (kebodohan) menjadi terang benderang (kecerdasan)."

Gealp gulita yang dimaksudnya adalah bagi mereka yang tak tau arah dalam kehidupannya.

Sedangkan bagi orang kafir yang tidak beriman kepada Allah, maka sebaliknya lah yang akan terjadi.

"Mereka akan berubah daripada keadaan terang benderang menjadi gelap gulita dengan dituntun oleh kekuasaan-kekuasaan yang tidak disandarkan oleh Allah SWT."

Allah pun sudah berjanji di dalam alquran bagi orang-orang yang beriman, menaikkan derajatnya lebih tinggi jika terus memegang keyakinan kepada Allah SWT.

"Manusia harus terus berpegang teguh kepada iman sebab kehidupan di dunia itu tidak ada yang tetap (pasti) dan hanya Allah yang mampu memberikan petunjuk"

Oleh sebab itu, buya hamka mengajarkan untuk berdoa kepada allah agar menjaga hati tetap pada keyakinan yang teguh.

Dalam doa tersebut terdapat empat perkara. 

Yang pertama: "Aku berlindung kepada allah, jangan sampai hati ridak khusyuk."

Khusyuk diartikan jika hati menjadi tidak tentu lagi arah tujuannya. 

Meski manusia menjalankan sholat lima waktu, jika hati tidak khusyuk, pikiran tidak fokus dan ibadah menjadi tidak ada artinya.

Jika ibadah tidak Khusyuk, sholat tidak akan berbekas pada kehidupan. Kualitas hidup seseorang akan tercermin dari kualitas ibadahnya.

Jika sudah ibadah sehari semalam lima waktu tetapi tidak mengubah kehidupannya, berarti ibadahnya tidak khusyuk.

Yang kedua: "Aku berlindung kepada mu ya allah dari ilmu yang tidak bermanfaat."

Buya Hamka mengatakan bahwa ilmu yang bermanfaat itu akan membawa manusia kepada iman, jika ilmu tidak membawa manusia kepada iman dan membawa kepada celaka, maka ilmu tersebut tidak ada manfaatnya bagi manusia.

Doa yang ketiga disebutkan: "Aku berlindung kepada mu ya allah daripada nafsu, daripada diri yang tak kunjung kenyang (tidak ada puasnya)."

Manusia tidak akan membawa apa2 ke liang lahat nanti melainkan tanah dan kafan.

Sebagaimana pepatah, akan datang tanda-tanda kematian jika mata sudah kabur, uban sudah bertabur, gigi sudah gugur, dan kulit sudah kendur, maka tak lama lagi akan gugur.

Oleh sebab itu, manusia harus berdoa agar jangan sampai ditumbuhi oleh penyakit nafsu yang tak kunjung kenyang itu.

Doa yang keempat: "Aku berlindung daripada doa yang tak didengar lagi." 

Hal ini lah yang paling menyakitkan. Jika doa kita tak kunjung diijabah oleh Allah, berarti ada kekotoran yang teramat parah dalam diri kira sehingga Allah tidak mau lagi mendegar doa kita.

Oleh sebab itu, benahi diri kita dan jangan berhenti berdoa supada hati kita tetap terbuka dengan kekhusyukan, terhindar dari ilmu yang tidak bermanfaat, nafsu yang tak kunjung puas, dan doa yang tidak diijabah.

Memohonlah agar Allah senantiasa mendengar doa kami dan selalu menunjukkan jalan yang lurus kepada kami.

Penyebab doa kita tidak diijabah oleh Allah SWT adalah kekotoran yang ada di diri kita.

Jika kita dalam keadaan, senang, tidak pernah teringan oleh allah swt dan terjerumus ke dalam kemaksiatan.

Baru dikala susah, kita menghadap ke allah dengan jiwa dan pikiran yang kotor akan kemaksiatan.

Kalau allah sampai tak mau menerima kita dan tak mau mendengar kita, sudah tidak ada tempat untuk berlindung dan bernaung jikalau kita merasa kesulitan.

Jangan sampai dari keempat perkara tersebut terjadi kepada kita. Terus lah berdoa supaya Allah terus memberikan kita petunjuk dan jalan yang terang demi meraih keberkahan dunia maupun akhirat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00