Kisah Nabi Muhammad Bersembunyi di Goa Uhud

Goa Uhud (Foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Sebuah tempat yang sangat bersejarah bagi Nabi Muhammad yakni Goa Uhud. 

Goa ini dikenal sebagai tempat Nabi Muhammad dirawat usai perang Uhud. Nabi Muhammad SAW mendapatkan perawatan setelah mengalami luka dalam perang tersebut.

Goa Uhud ini jarang di datangi peziarah, karena peziarah tidak mengetahuinya dan guide atau pemandu hanya mengantar ke tempat Bukit Rumah yang dulu dijadikan arena perang Uhud dan makam para syuhada perang Uhud.

Lokasi goa ini pun tidak jauh dari Masjid Uhud. Sekitar 500 meter. Jalan menuju ke sana harus lewat permukiman warga karena areal gunung sudah dipenuhi rumah-rumah penduduk.

Bukit Rumat sendiri adalah tempat 50 pasukan pemanah Islam bersiaga membantu serangan, sehingga pasukan Islam menang pada peperangan awal melawan kaum Quraisy. Namun pada peperangan kedua, dari sana pula kunci kekalahan pasukan Islam. 

Waktu para pemanah itu tergoda turun gunung untuk mengambil harta rampasan perang, yang sengaja ditinggalkan pasukan kafir. Oleh karena itulah, pasukan Islam kemudian dikalahkan serangan balik pasukan pimpinan Khalid bin Walid.

Sedangkan kuburan Uhud yang terletak di sebelah bukit Rumat adalah makam para pejuang Uhud itu. Di tempat itu di makamkan Sayidina Hamzah, paman Nabi Muhammad SAW yang gugur dalam perang tersebut. Hamzah mendapat gelar Sayid Al-Syuhada (pemimpin para syuhada).

Hanya saja, lokasi makam saat ini sudah ditutup dengan tembok rapat di sekelilingnya. Kita hanya bisa menyaksikan dari sebuah kaca fiber transparan atau dari celah-celah kaca yang berlubang. 

Di depan pintu masuk ada pagar pembatas sehingga peziarah tidak bisa mendekat dan selalu di jaga petugas. Goa Uhud merupakan sebuah gua yang bersejarah ketika terjadi perang Uhud. 

Selain itu, goaa yang sempit yang digunakan Nabi Muhammad SAW bersembunyi saat melarikan dari kejaran musuh. Goa itu paling sering dikunjungi beberapa jamaah asal Iran, Sudan, Pakistan, India, Banglades, dan Palestina. Saat kami berkunjung ada beberapa orang dari Iran dan Bangladesh.

Untuk mencapai goa, kita langsung mendaki melalui jalan berbatu setinggi 30-an meter. Sebaiknya tak pakai sepatu, jangan memakai sandal karena sedikit licin. Pintu celah itu hanya selebar 75 cm, tinggi 2 meteran. Panjang gua itu hanya 2 meteran.

Diketahui ,dalam goa hanya bisa dimasuki 3-4 orang, di mulut celah itu terdapat pagar batu yang melingkari halaman gua. Gua itu ditembok dengan semen dan batu setinggi dua meter. 

Sermentara, di bagian bawah yang menjadi pelataran gua, juga ditembok. Kedua ruang kosong yang dibatasi tembok itulah, yang ditimbun dengan kotoran ternak. 

Jalan menuju ke arah gua, juga dibatasi dengan pagar kawat setinggi dua meter. Untuk masuk harus bergantian, menunggu di bawah goa.

Bahakan banyak orang bercerita bahwa didalam goa tersebut sangat wangi atau mengeluarkan aroma wangi, padahal tempat tersebut tidak diberikan pewangi ruangan.  (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00