Kisah Rasulullah Dilempar Kotoran Saat Sujud

Ilustrasi: (Dok. Ist)

KBRN, Jakarta: Baginda Nabi Muhammad saw diutus untuk membimbing kembali umat manusia yang telah melenceng dari fitrahnya. 

Mengingat lokasi Nabi berdakwah adalah Kota Mekkah tempat suku Quraisy berkuasa, perjuangan yang dilalui Nabi begitu sangat berat dalam meluruskan tauhid.

Berbagai gangguan diterima Rasulullah, tak terkecuali dari oleh kerabat dekatnya sendiri yakni paman beliau bernama Abu Jahal.

Salah satu perlakuan menyakitkan yang dialami Rasulullah pernah dikemukakan oleh imam Al-Bukhari melalui sahabat Ibnu Mas’ud sebagai berikut.

"Ketika kami sedang bersama Rasulullah saw. di dalam masjidil Haram, sedangkan Rasulullah saw. pada saat itu sedang mengerjakan shalat, Abu Jahal berkata, 

“Tidakkah ada seorang laki-laki yang mau mengambilkan kotoran unta dari Bani Fulan, lalu ia mau melemparkannya kepada Muhammad yang sedang shalat itu?”

Kemudian berdirilah Uqbah bin Abi Mu’ith bin Abi Amr bin Umayyah bin Abdisy Syams, lalu ia mendatangkan kotoran unta tersebut dan langsung melemparkannya kepada Rasulullah yang pada waktu itu sedang sujud.

Pada waktu itu, tidak ada seorang pun dari kaum Muslimin yang berada di masjid mampu membersihkan kotoran tersebut dari tubuh Rasulullah, karena mereka masih lemah dan belum mampu melawan musuh mereka.

Rasulullah saw. masih tetap dalam keadaan sujud sehingga datanglah Fathimah, putrinya lalu ia membersihkan kotoran tersebut dan membuangnya.

Setelah bangun dari sujud nya, segera beliau berdoa melaknat orang-orang yang melakukan perbuatan yang buruk itu.

Rasulullah saw. mengatakan di dalam doanya, “Ya Allah, turunkan lah laknat mu kepada segolongan orang Quraisy.” 

Lalu beliau menyebutkan beberapa orang. Ibnu Mas’ud melanjutkan ceritanya, “Maka aku melihat mereka semuanya terbunuh dalam perang Badar.”

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00