Kajian Dzuhur: Puasa dan Peningkatan Ekonomi

Muhammad Maksum (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad Maksum, mengatakan bahwa di puasa tahun ini  jadi ajang peningkatan ekonomi walaupun dalam kondisi Pandemi Covid-19. 

Hal itu seperti dijanjikan Allah SWT dalam Alquran yakni "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah SWT maka Allah SWt akan menjanjikan kemudahan dan memberikan rizki dari arah-arah yang tidak diketahui".

"Dibulan puasa ini ketaqwaannya umat islam sedang meningkat sehingga sebagai konsekuensi sebagaimana Alquran tadi maka rezki Allah SWT akan melimpah, kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah SWT akan berikan dan juga kesulitan Allah SWT berikan solusi," tuturnya dalam acara Kajian Dzuhur, Senin (3/5/2021).

Meskipun banyak orang merasa cukup saat pandemi Covid-19, tetapi bulan puasa menunjukkan bahwa ekonomi umat islam sedang naik. Menurut Maskum, saat ini kebutuhan masyarakat sedang meningkat dengan adanya daya beli bertambah.

"Sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok baik untuk berbuka, untuk sahur dan sebagainya demikian juga ini akan menaikkan proses produksi dan meningkatkan kebutuhan untuk lapangan pekerjaan," tuturnya kembali. 

Namun ada hal lain yang menarik kalau ditelusuri dalam kebijakan di bulan puasa ini yaitu kebutuhan kebijakan ekonomi naik dan kebijakan larangan naik. Sejatinya kegiatan mudik merupakan satu proses ritual masyarakat Indonesia yang ada nilai ekonomi.

"Namun dalam hal ini pemerintah dalam konteks lebaran tahun ini melarang masyarakat untuk balik kampung, sehingga seolah-olah ada kepentingan ekonomi dan kepentingan masyarakat," 

"Kalau kita tilik dari dua kepentingan ini maka pilihan pemerintah untuk memilih melarang mudik dengan menunda peningkatan ekonomi itu sangat penting atau tepat," tambahnya. 

Dalam hal ini ada dua resiko paling kecil yakni resiko ekonomi dan kesehatan. Maka pemerintah mengambil resiko kesehatan karena kesehatan menjadi kebangkitan dari ekonomi.

"Masyarakat harus sehat dulu, baru ekonomi yang dikembangkan," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00