Jadi Pembaca Berita Warta Sore, Dua Akademisi Mengaku Grogi

KBRN, Purwokerto : Warta Sore RRI Purwokerto edisi Jumat (11/9/2020) dibacakan oleh dua orang akademisi, yakni Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jendral Soedirman (Unsoed), Prof. Hibnu Nugroho dan Dosen Universitas Wijayakusuma (Unwiku), Dr. Estiningrum.

Prof. Hibnu Nugroho mengaku pengalaman menjadi pembaca berita kali ini menjadi sebuah pengalaman menarik yang tidak terlupakan.

“Agak sedikit grogi ternyata, biasa ngomong di depan mahasiswa tapi ngomong dalam membaca berita itu perlu kebiasaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Hibnu menyebut membaca berita memerlukan pemahaman dalam hal intonasi dan pernafasan. Tanpa kedua hal tersebut, dapat membuat masyarakat menjadi salah tafsir terkait isi berita yang didengarnya.

“Harus jelas makna tujuan kalimat yang disampaikan kepada masyarakat, kalau tidak pas tidak sampai. Ekspresi dari suatu kalimat sangat menentukan bisa atau tidaknya berita itu dicermati dan dilaksanakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Meski mengaku grogi, Prof. Hibnu mengaku siap apabila suatu saat kembali diundang untuk menjadi pembaca berita di RRI Purwokerto.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Unwiku, Dr. Estiningrum juga mengaku grogi saat membacakan berita. Menurutnya membaca berita memang harus memiliki mental yang kuat karena sifatnya menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Dr. Estiningrum menyebut pengalamannya menjadi pembaca berita sangat berkesan dan menyenangkan.

“Grogi sekali, ternyata baca berita susah juga. Karena belum terbiasa jadi deg-degan rasanya. Lebih mudah jadi dosen dari pada jadi penyiar ternyata,” ujarnya.

Di ulang tahun RRI yang ke-75, RRI Purwokerto mengundang sejumlah tokoh di Banyumas untuk membacakan Warta Sore yang disiarkan setiap hari Pukul 16.00 WIB.

“Mudah-mudahan RRI bisa selalu eksis, selalu jaya di udara dan dapat menjadi kebanggaan seluruh lapisan masyarakat,” tutup Dr. Estiningrum. (YN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00