Prioritas Kartu Pra Kerja Dibagi Dalam Beberapa Kategori, Siapa Saja?

KBRN, Purwokerto : Pemerintah menyediakan 2 juta kuota untuk penerima program kartu pra kerja. Dihubungi RRI pagi ini, Selasa (17/3/2020) Kepala Bidang P3K2T Dinakerkopukm Kabupaten Banyumas Lehan mengatakan, pemberian kartu pra kerja dibagi menjadi dua tahap.

Tahap pertama dilaunching dalam waktu dekat sebagai pilot project dengan kuota 500.000 penerima atau dikenal dengan nama kartu pra kerja reguler. Sedangkan tahap kedua sebanyak 1,5 juta penerima akan diluncurkan pada pertengahan tahun ini.

“Penerima kartu pra kerja reguler diprioritaskan untuk beberapa kategori diantaranya daerah terdampak corona sebanyak 14 kabupaten/kota, Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) 96 kabupaten/kota, dan daerah sebagai destinasi wisata 24 kabupaten/kota,” terang Lehan.

Jawa Tengah sendiri memprioritaskan kartu pra kerja reguler pada kategori CPMI dan korban PHK yang dibagi ke dalam 17 kabupaten/kota. Meski demikian, Lehan belum dapat merinci secara detail pembagian kartu pra kerja untuk wilayah Banyumas karena masih proses pembagian kuota untuk masing-masing kabupaten.

Kartu pra kerja merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi kerja bagi para pencari kerja, buruh yang terkena PHK, atau buruh yang yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja.

Lehan menambahkan, saat ini kartu pra kerja menggunakan dua model. Kartu pra kerja pertama menggunakan sistem offline karena ditujukan untuk menjembatani para pencari kerja yang belum terlalu memahami perkembangan teknologi. Sedangkan model kedua akan menggunakan platform aplikasi digital. (Yn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00