Festival Bobok Bumbung Desa Pesanggrahan Kroya, Menabung untuk Bayar PBB

KBRN, Cilacap : Masyarakat Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya memiliki tradisi unik untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dengan menabung di dalam celengan bambu, atau yang dikenal dengan bumbung.

Menabung di dalam bumbung merupakan tradisi dari nenek moyang, yang digalakkan kembali enam tahun ini. Untuk menarik wisatawan, kegiatan ini digelar dengan konsep festival, dengan nama Festival Bobok Bumbung Desa Pesanggarahan Kecamatan Kroya.

Festival digelar sejak hari Jumat (21/2/2020), dan puncaknya pada Senin (24/2/2020). Puncak kegiatan digelar proosesi bobok bumbung, dengan diawali kirab yang dilakukan oleh seluruh warga masyarakat.

Ratusan masyarakat yang mengenakan pakaian tradisional untuk mengkirab 12 jolen atau rumah-rumahan berisi bumbung. Jumlah tersebut merupakan jumlah RT yang ada di Desa Pesanggarahan.

Meski cuaca panas, masyarakat sangat antusias melaksanakan kirab keliling desa. Kirab dimulai dari Kantor Desa Pesanggrahan, dan finish di lapangan Desa.

Kepala Desa Pesanggrahan Sarjo mengatakan dari bobok bumbung ini terkumpul pajak sebanyak Rp 69,9 juta lebih, yang terkumpul dari 1.033 wajib pajak.

“Ini tradisi sejak nenek moyang kita, dan kita hidupkan lagi sejak tahun 2015, kita sepakati untuk membayar pajak PBB, menggunakan tabungan bumbung. Alhamdulillah berjalan sampai saat ini dan mudah-mudahan kedepan lebih baik lagi,” katanya.

Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengapresiasi Festival Bobok Bumbung yang sudah berlangsung di tahun ke-6. Hal ini menandakan kesadaran masyarakat dalam menabung untuk membayar PBB.

“Pembayaran pajak sangat membantu pemerintah untuk memperlancar pembangunan, dengan masyarakat taat membayar pajak, kami mengapresiasi sebesar-besarnya kepada masyarakat,” katanya.

Bobok bumbung ini juga merupakan kegiatan untuk melestarikan budaya. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa masih adanya unsur kegotong-royongan, kebersamaan dan keguyuban masyarakat yang masih terjaga.

Dalam kesempatan tersebut Wabup membuka tiga celengan bambu, dilanjutkan dengan pejabat lainnya yang membuka secara simbolis. Setelah terkumpul, Kades Sarjo menyerahkan hasil tabungan masyarakat untuk membayar PBB kepada Camat Kroya Luhur Satrio Muchsin.

Festival Bobok Bumbung ini digelar sejak Jumat 21 Februari, sampai Senin 24 Februari. Gelaran  tahun ini lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sbelumnya. Berbagai kesenian yang ditampilkan, diantaranya seperti seni kuda lumping, musik etnik Sarageni, seni cowong, terbangan Jawa, RA Dance education, dan penampilan dari ISI Surakarta, serta bintang tambu Praginagong. Ada juga lomba kenthongan, lomba foto Instagram dan juga kuliner. (RT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00