Film Sekolah Pinggiran Dominasi Juara FFSB

KBRN, Banjarnegara : Sekolah yang berada di wilayah pinggiran tidak menjadi penghalang untuk berprestasi di bidang perfilman. Hal itu terbukti dari gelaran kompetisi film pelajar Festival Film Serayu Banjarnegara (FFSB), para pemenang didominasi dari sekolah pinggiran.

Di jenjang SMP sederajat misalnya, berturut-turut menjadi juara, SMPN 4 Kalibening, MTs Maarif Mandiraja dan SMPN 1 Kalibening. Adapun di jenjang SMA sederajat adalah SMK Darunnajah Banjarmangu, SMAN 1 Karangkobar dan SMKN 1 Wanayasa.

Direktur Program FFSB Heni Purwono mengatakan, hal tersebut menunjukan kekuatan film pelajar di Banjarnegara sebenarnya merata.

"Ini menarik karena sekolah-sekolah pinggiran justru sangat menonjol kualitas filmnya. Kedepan tentu akan terus kita dorong agar film-film mereka bisa berbicara banyak di luar daerah. Itu bukan hal mustahil, karena tahun lalu SMAN 1 Karangkobar juga maju di FLS2N hingga tingkat nasional" jelas Heni.

Salah satu pembimbing siswa Andy Prasetyo dari SMPN 4 Kalibening mengungkapkan, anak-anak memang sangat bersemangat membuat film Pasukan Gemplong.

"Awalnya mereka adalah anak-anak yang sering terlambat, saya hukum berkebun di sekolah. Untuk hal-hal seperti itu justru mereka sangat bersemangat. Sehingga hasilnya sangat memuaskan dan menjadi juara" jelas Andy.

Ketua Dewan Juri FFSB Bambang Hengky mengungkapkan, sekolah-sekolah pinggiran justru memiliki banyak amunisi untuk membuat film berkualitas.

"Seperti film Pasukan Gemplong yang menang, mereka mampu membuat film kolosal, dengan tema sederhana dan bisa mengeksploitasi keindahan alam di sekitar tempat mereka tinggal. Ini menarik sekali. Jarang ada film seperti itu. Kalau karya film sekolah-sekolah kota, rata-rata penerjemahan temanya itu-itu saja." ujar Manajer Produksi Satelit TV itu.

Sementara itu, Isnurhadi sebagai warga Pekasiran Batur yang juga sebagai narasumber film berharap, film "Mengenang 40 Tahun Tragedi Si Nila" yang diputar dalam acara itu berharap film tersebut bisa diputar di Batur sebagai sarana pengingat bagi warga.

"Warga Batur sangat perlu diedukasi mengenai hal ini. Film ini kami harap bisa diputar di sana" harap Isnurhadi.( HP).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00