Untuk Tetap Lestari, Kesenian Butuh Regenerasi Seniman

KBRN, Purwokerto : Budaya merupakan suatu warisan dari leluhur atau nenek moyang yang tidak ternilai harganya. Budaya di Indonesia sangat beragam dan banyak macamnya. Termasuk di dalamnya kesenian tradisional baik seni tari, seni musik, maupun seni rupa. Dosen Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Darno Kartawi mengatakan, kesenian bukan hanya mengenai hiburan tetapi juga nilai kearifan yang terkandung di dalamnya.

Kesenian yang dimiliki bangsa Indonesia harus dirawat agar tetap lestari. Darno menyebutkan, perawatan yang paling efektif pada masa sekarang dapat dilakukan melalui dunia pendidikan.

“Orientasi kesenian melalui dunia pendidikan dapat diarahkan sehingga kearifan dan nilai-nilai lokalnya dapat tetap terjaga,” terangnya. Darno tidak memungkiri pada masa ini minat generasi milenial terhadap budaya dan kesenian tengah meredup. Untuk itu, diperlukan fasilitasi secara intens dari pemerintah agar generasi muda tetap dekat dengan kegiatan-kegiatan budaya.

Kasi Kesenian Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Charlan mengharapkan adanya regenerasi seniman kesenian tradisional khususnya di Banyumas.

“Saya harapkan ada regenerasi seniman. Kelemahan saat ini pada kesenian ada pada regenerasi, sehingga banyak seniman tua dan sedikit seniman muda,” ujarnya.Dengan adanya regenerasi maka kesenian tradisional tidak akan punah dan tetap lestari. Menurutnya, memperbanyak penyelenggaraan festival merupakan jalan terbaik agar regenerasi seniman dapat terus berjalan. 

Menjaga dan melestarikan budaya merupakan tugas semua lapisan masyarakat. Charlan menginformasikan, pada pertengahan tahun ini akan diselenggarakan festival budaya di Museum Banyumas khusus untuk tingkat SMP dan SMA. (Yn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00