Pemkab Purbalingga Pertimbangkan Aktifkan Kembali RS Darurat

KBRN, Purbalingga:  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga akan mengaktifkan kembali Rumah Sakit (RS) darurat di Desa Gambarsari, Kecamatan Kemangkon.

Rumah sakit dengan kapasitas 13 ruang isolasi itu merupakan gedung Puskesmas Kemangkon 2 yang selesai dibangun tahun 2019.

Sebelumnya, ketika pandemic covid-19 mulai naik sekitar bulan April, RS darurat itu difungsikan hingga bulan Juli 2020 seiring perkembangan kasus Covid di Purbalingga melandai.

Penjabat Sementara Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana, SH, M.Si mengungkapkan, untuk membuka kembali rumah sakit darurat itu, kami menunggu laporan perkembangan kasus Covid-19 terbaru. 

“Kami akan putuskan segera, begitu kasus Covid naik seiring dengan gencarnya swab di berbagai tempat.  Jika hari ini ada laporan penambahan yang signifikan, maka hari ini pula kami akan buka,” tegas Sarwa Pramana saat menggelar rapat Tim Gugus Covid di pringgitan Pendopo Dipokusumo, Jumat (23/10/2020) sore.

Dikatakan Sarwa Pramana, untuk kebutuhan operasional itu, Pemkab telah menyiapkan anggaran dari dana Tak Terduga (TT) sebesar Rp 605 juta.

Dinas Kesehatan bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) tengah menyusun anggaran, dan Inspektorat akan segera melakukan review terhadap usulan tersebut.

 “Begitu review anggaran dari Inspektorat selesai, dan laporan Dinkes kasus Covid naik, maka segera kami buka,” katanya.

Alasan pembukaan kembali rumah sakit darurat Gambarsari, kata Sarwa Pramana, diprediksi terjadi lonjakan kasus covid dan disisi lain ruang isolasi di Rumah Sakit Goeteng Tarunadibrata serta di Panti Nugroho dan sejumlah rumah sakit swasta sudah outbreak.

 “Kami perkirakan pasca libur panjang pekan depan, jika banyak pemudik datang dari wilayah zona merah seperti Jakarta dan sekitarnya, maka kasus akan naik,” kata Sarwa.

Sarwa mengaku harus memperhitungkan matang pembukaan rumah sakit darurat ini. Jika dibuka namun nantinya pasien kembali landai, maka pembukaan rumah sakit darurat itu akan sia-sia. Satu sisi,  tenaga medis yang terbatas dan anggaran dana TT menjadi berkurang.

“Kami juga harus mencadangkan dana TT untuk antisipasi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang mulai terjadi di Purbalingga,” tegas Sarwa.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono, MPPM menyebut, hari ini ada penambahan 23 kasus positif baru dari hasil swab terhadap 2.138 orang.

Dengan penambahan ini maka kasus positif aktif (dirawat) menjadi 91 orang. Jumlah ini masih tertampung di rumah sakit yang ada di Purbalingga. 

“Hari ini kami belum menerima laporan pasien sembuh, jika ada tambahan pasien sembuh tentunya jumlah pasien aktif akan berkurang dan daya tampung rumah sakit juga masih mencukupi,” kata Hanung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00