Pemkab Purbalingga Hibahkan Tanah Seluas 170.702 Meter, Untuk Pembangunan Kampus IAIN Purwokerto

KBRN, Purbalingga : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga menghibahkan aset tanah seluas 170.702 meter persegi dengan nilai Rp2,49 miliar kepada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto. 

Tanah yang dihibahkan Pemkab Purbalingga kepada IAIN Purwokerto dibagi menjadi 2 wilayah, yakni di Kelurahan Karangsentul, Kecamatan Padamara dan Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari. Penyerahan tanah hibah ini berlangsung Jumat (25/9/2020 ) di Pendopo Dipokusumo. Dari Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi ( Tiwi)  kepada rektor IAIN Purwokerto M. Roqib.

Tiwi mengatakan hibah tanah ini merupakan dukungan Pemkab Purbalingga, terhadap transformasi IAIN Purwokerto menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Saifuddin Zuhri (SaiZu). Karena rencananya  tanah hibah ini, akan dibangun di Purbalingga ada Fakultas Psiokogi dan Industri Kreatif yang ramah dengan milenial. 

Tiwi menjelaskan upaya Pemkab Purbalingga untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) salah satunya yakni menarik perguruan-perguruan tinggi untuk bisa berdiri di Purbalingga.  Sehingga dirinya mendukung rencana IAIN Purwokerto  yang akan bertransformasi UIN di Purbalingga.

“Hibah ini adalah komitmen kami dalam rangka untuk meningkatan IPM dan peningkatan derajat pendidikan di Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Tanah yang dihibahkan telah melalui proses survey dan kajian termasuk peruntukan yang sesuai dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Disepakati, selain di Kelurahan Karangsentul, dipilih juga lahan di Desa Karangjengkol yang berada di lereng Gunung Slamet.

Sementara itu, Ketua DPRD Purbalingga H R Bambang Irawan, mengakui momen berdirinya UIN di Purbalingga adalah hal yang ditungu bersama, dimana saat ini IPM Kabupaten Purbalingga masih menjadi masalah bersama.

Dirinya sepakat bahwa persebaran keramaian harus terjadi di Purbalingga, salah satunya memilihkan UIN di Karangjengkol. Hal ini berkaca pada perguruan-perguruan tinggi ternama lain yang umumnya menempatkan diri di daerah yang jauh dari keramaian dan berhasil membuat pertumbuhan ekonomi baru.

“Tidak ada mimpi lain dari diri kami, DPRD kita semuaya kepengen masyarakat Purbalingga semakin maju, mandiri dan berpendidikan. Mimpi-mimpi kita ini perlahan mulai terealisasi,” ungkapnya. ( Humas / RA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00